Archive for the ‘Khutbah Jumat’ Category

Khutbah Jumat 10 Agustus 2018: Persiapan Dzulhijah

August 10, 2018

Bulan dzulhijah memiliki banyak keutamaan, terutama 10 hari pertama.

– Perbanyak ibadah/beramal sholih, apa saja..shalat, puasa, shadaqah, membantu orang dsb..

Advertisements

Khutbah Jumat tgl 3 Agustus 2018 : Terlawat

August 10, 2018

Kali ini terlewat dari mengikuti khutbah karena sesampainya di masjid, khutbah sudah mau berakhir dan segera persiapan qomat.

Khutbah Jumat tgl 13 Juli 2018: Surat AL Balad

July 20, 2018

Isi Khutbah: Lupa

Imam membaca Surat AlBalad pada rakaat pertama.

Khutbah Tgl 6 Juli 2018 : Allah Maha Pengasih

July 6, 2018

masjid ulul Albab kalibata

Khotib: ustadz wachid Ramdhan MA


Isi Khutbah:

Dikisahkan pada jaman Rasullulloh, setelah selesai perang. Terdapat rombongan tawanan perang, diantaranya adalah seorang wanita (ibu) yang menangis dan berlari kesana kemari.. karena mencari anaknya yang hilang.

Peristiwa itu dilihat oleh Rasulullah SAW: Kemudian Rasululloh berkata kepada para sahabat..Lihatlah ibu itu, betapa ia mengasihi anaknya sehingga ia berbuat seperti itu. Dan taukah engkau sahabat, bahwa kasih sayang Allah SWT kepada makhluknya, melebihi kasih-sayang ibu tersebut kepada anaknya.
—-
Note: Ulasan khotib tersebut dikutip dari hadits nabi sbb:

حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ التَّمِيمِيُّ وَاللَّفْظُ لِحَسَنٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْيٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنْ السَّبْيِ تَبْتَغِي إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَّبْيِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ قُلْنَا لَا وَاللَّهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لَا تَطْرَحَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Telah menceritakan kepadaku [Al Hasan bin ‘Ali Al Hulwani] dan [Muhammad bin Sahl At Tamimi] -dan lafadh ini milik Hasan-; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Abu Ghassan] telah menceritakan kepadaku [Zaid bin Aslam] dari [bapaknya] dari [‘Umar bin Al Khaththab] bahwasanya dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka mencari bayinya dalam kelompok tawanan itu, maka ia mengambil dan membuainya serta menyusuinya. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami: ‘Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ‘ Kami menjawab; ‘Demi Allah, sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.’ Lalu Rasulullah bersabda: ‘Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.'”

Hadits Muslim Nomor 4947
referensi link https://tafsirq.com/hadits/muslim/4947

Pada saat akan sholat, imam mengingatkan agar sholat seolah sholat tersebut merupakan sholat yang terakhir pada hidup kita.


imam membaca surat Al A’la rakaat 1 dan surat AL Gosiyah pada rakaat ke-2

khutbah tgl 29 Juni 2018

July 6, 2018

Masjid Desa Kasilib, Wanadadi, banjarnegara.


Isi khutbah Lupa

Khutbah tgl 22 Juni 2018:

July 6, 2018

Masjid dusun somarame, pucungbedung, banjarnegara

— Lupa

Khutbah jumat tgl 8 Juni 2018 : Jangan Putus Asa dari Pertolongan Allah

July 6, 2018

Masjid Ulul ALbab, kalibata.

Inti khutbah:
– Jangan putusa asa dari rahmat Allah SWT dan yakinlah dengan pertolongan-Nya.

Mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa AS, ketika dikejar oleh tentara Firaun. Disaat kondisi sudah diujung tanduk..dimana sudah tidak ada jalan lain untuk meloloskan diri karena didepan terbentang lautan..semantara dibelakang Firaun dan balatentaranya sudah mengepung.

Datanglah pertolongan dari ALlah SWT. Diluar logika, Allah berfirman kepada Musa, untuk memukulkan tongkatnya ke laut… dan Lautpun terbelah..! seolah membentuk dinding..dan tengah-tengahnya bisa menjadi jalan yang dapat dilalui.

Demikianlah..cerita Nabi Musa yang diabadikan dalam AL Quran.. untuk dapat diambil pelajaran kita semua agar jangan pernah putus asa dari pertolongan Allah SWT, walaupun misal masalah yang kita hadapi seolah tidak bisa diselesaikan secara logika.

Khutbah Jumat 1 Juni 2018 : Taqwa sebagai Solusi

June 4, 2018

Masjid Komp. Hankam Asri Pondok Rajeg

Point-point khutbah:
– Taqwa sebagai solusi segala problem hidup.
– Makna Taqwa adalah “Takut” kepada Allah SWT. Takut apabila amalanya tidak diterima oleh ALlah SWT, maka ia berusaha memperbaiki menambah ilmu dan memperbaiki amal. Takut apabila terkena azab, maka ia berusaha untuk menghidari maksiat dan dosa.
– Takut kepada Allah direfleksikan dengan mendekat kepada-Nya dengan memperbaiki kualitas amalan sholih.
– Allah menjanjikan dalam FirmanNya… Barang siapa yang bertaqwa maka akan diberi jalan keluar dan rizki yang tidak disangka-sangka.(QS At Thalaq 2-3)
– Khotib mengingatkan kepada para jamaah, apakah kita sudah berusaha untuk bertaqwa?? jika ingin segala masalah hidup dapat memiliki solusi..kuncinya adalah dengan bertaqwa.
– Bulan Ramandhan, adalah kesempatan tak ternilai sebagai suatu momentum untuk meningkatkan ketaqwaan kepada ALlah SWT, sehingga diharapkan apabila umat muslim dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya maka ia akan mampu menjadi pencerah, dan mampu menemukan solusi segala masalah, InsyaAlloh…

Khutbah Jumat Tgl 11 Mei 2018 : Kiat Persiapan Ramandan

May 14, 2018

Point-point khutbah:
a. Upaya mensucikan jiwa
– Persiapan memasuki bulan Ramandan, khotib mengutip surat As Syams ayat 9:

Qad aflaha man zakkaha
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

… ayat ini sangat relevan sebagai panduan dalam menjalani puasa ramandhan. Dengan mengamalkan ayat tersebut, yaitu dengan selalu membersihakan jiwa, membersihkan hati..diharapkan setiap pengamal puasa mampu membentengi diri dari semua godaan puasa –>sehingga lulus dari bulan Ramadhan, mampu mencapai tingkat ketaqqaan yang lebih tinggi.

Mansucikan jiwa dapat dilakukan dengan cara:
1. Banyak Berpikir positif dan Husnudzon
Apabila terdapat lintasan-lintasan buruk dalam pikiran, segera dihilangkan atau diganti dengan mendatangkan lintasan positif.’

2. Memperbanyak kegiatan positif.
Kegiatan-kegiatan positif separti memperbanyak mengaji, mengikuti pengajian/kajian majelis ilmu, bergerak sholat jamaah ke masjid, mengikuti sholat tarowih, melakukan kegiatan amam-amal positif lainnya seperti bersedeqah, bakti sosial dll.

Dengan memperbanyak kegiatan pada lingkungan yang positif, maka akan mendorong pikiran untuk selalu banyak berpikir positif daripada negatifnya, sehingga secara ruhani dapat melakukan puasa yang sebenarnya, tidak hanya puasa dari makan dan minum.


Pada saat shalat imam, membaca akhir surat An Nur dan Surat Al qodar.

Khutbah Jumat tgl 4 Mei 18 : Pentingnya Akidah yang Benar

May 4, 2018

Point-point Khutbah:

Akidah yang benar adalah.. kesaksian Laa Ilaa ha illallah
Akidah yang benar akan mendatangkan 3 hal, yaitu:
1. Penyebab amal yang diterima,
Tanpa akidah yang benar, tanpa dasar Laa ilaaha illallah maka suatu amal tidak akan berarti bagi Allah SWT.

2. …(penulis lupa).

3. Menimbulkan persatuan,
Dengan adanya kesamaan aqidah, akan menimbulkan persatuan.
Contoh: Dulu di madinah, suku Aus dan Khajraj selalu berperang. Setelah mereka mengenal dan memeluk Islam, mereka menjadi bersatu.

—-
Saat shalat, imamnya membaca surat Al Imran 25, 26, 27 –>ayat ismul adzhom. .. Tu’til mulka mantassyaa..