Archive for the ‘Khutbah Jumat’ Category

Khutbah Jumat tgl 13 April 18 : Esensi Shalat & Kontribusi Sosial

April 18, 2018

Khubah di Masjid Ulul ALbab Kalibata.

Point-point khutbah:
– Memahami esensi shalat.

Mungkin para jamaah khutbah sudah sangat familiar.. tiap hari shalat 5 x, ruku dan sujud puluhan kali. Mungkin sejak akil balig hingga sekarang, sudah puluhan ribu shalat yang kita kerjakan, Namun khotib mengingatkan kepada para hadirin…sudahkah sholat tersebut sudah bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain (bermanfaat/berkontribusi positif terhadap masyarakat???)

Khotib mengajak para hadirin untuk merenung dan evaluasi diri.

Dari shalat itulah, sejatinya Allah SWT telah mengajari setiap muslim untuk menjadi manusia yang baik, berhati tawadhu, dan manusia yang bermanfaat:

Makna Takbir, adalah mengajari manusia untuk ingat dan mawas diri bahwa manusia itu makhluk kecil yang sejatinya memiliki daya terbatas, Allahlah yang Akbar.. Oleh karena itu manusia, janganlah menjadi sombong.

Makna Doa iftitah, adalah mengajari manusia untuk menata kembali niat, bahwa niat yang benar adalah untuk beribadah seutuhnya kepada Allah SWT, innasholati wanusuki wamahyaya wamamati..liahi robbil’Alamin.

Makna membaca Surat ALfatihah, adalah kembali menegaskan.. bahwa Allah itu Maha Kasih dan Maha Penyayang, Maha Kuasa, Penguasa Seluruh Alam sekaligus penguasa hari kebangkitan, karana itulah seharusnyalah kita memuji, beribadah, memohon petunjuk dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya.

Makna Ruku .. membaca Subhanallohi robiyal’Adhimi wabihamdihi.. bahwa Allah itu Maha Suci, Maha Agung.

Makna Sujud .. membaca Subhanallohi robiyal A’la wabihamdihi.. bahwa Allah itu Maha Suci, Maha Luhur.

Makna Tahyat, mambaca tasyahud.. adalah mengajari manusia untuk terus memperbarui Syahadat, menguatkan komitemen atas ke-Esa an Allah SWT, Nabi Muhammad adalah Utusan-Nya.kemudian membaca Shalawat, sebagai wujud doa..yang berdampak berlipat mandatangkan rahmat dari Allah SWT.

Makna Salam, tidak hanya sekedar kata..tetapi mengajari manusia untuk menebar keselamatan dan Rahmat kepada sesamanya, menjadi Rahmatan lil’alamin.

Demikianlah esensi pendidikan dari Allah dalam shalat. Dengan demikian, seorang muslim dikatakan sudah mencapai esensi shalat, adalah apabila ketika shalatnya (berdampak positif bagi dirinya) yaitu mampu mencegah dirinya untuk berbuat keji dan mungkar.

– Seorang muslim dikatakan sudah mencapai esensi shalat, adalah ketika shalatnya (berdampak positif bagi dirinya) yaitu memberikan keselamatan dan kedamaian kepada orang lain/dan orang disekitarnya. Bukankan pada akhir shalat, diwajibkan mengucapkan Assalamu’alikum warah matullah..
Pada tingkatan esensi, pengucapan salam harusnya terwujud kepada suatu perbuatan..yaitu perbuatan yang mampu menyelamatkan (berkontribusi positif) untuk keselamatan sosial/masyarakat.

Demikianlah esensi shalat, yang seharusnya memiliki dampak positif yang dahsyat bagi para pengamalnya..yang berdampak positif pula untuk kemaslahatan sesama muslim, dan sesama manusia, sekali lagi..menjadi manusia yang Rahmatan lil’alamin.

Demikianlah, dengan sholatnya seyognyanya seorang muslim menjadi manusia yang bermanfaat. BErmanfaat bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan, bagi rekan kerja, bagi tempatnya berkerja, dan bagi sosial masyarakatnya.

Advertisements

Khutbah Jumat Tgl 16 Maret 2018 : Amalan Sahabat Bilal RA

March 21, 2018

Masjid Ulul ALbab.
Point-point Khutbah:

– Seorang sahabat Nabi, Bilal Bin Rabah Ra..adalah sahabat kulit hitam, yang sebelumnya dari kalangan budak,dari bangsa Etiopia.
– Beliau dikenal sebagai seorang muadzin pada Masjid Nabawi.
– Salah satu kebiasan beliau..adalah, dengan menjaga wudhu, dan ketika wudhunya batal..beliau segera berwudhu dan mendirikan shalat sunah 2 rakaat. Amalan ini dikerjakan oleh Bilal secara rutin.

Pada saat Nabi mengalami peristiwa Isra-Mi’raj, beliau seolah mendengar suara terompah kaki bilal di Surga. Setelah itu Nabi bertanya kepada Bilal, “Amalan apakah yang kau kerjakan wahai Bilal, sehingga suara terompahmu terdengar di surga?”

Kemudian Bilalpun menyampaikan kepada Nabi, amalan yang biasa ia lalukan..yaitu mendirikan sholat sunah 2 rakaat setiap selesai wudhu secara rutin.

Khutbah Tgl 9 Maret 18 : Pentingnya Persatuan dan Silaturahim

March 21, 2018

Masjid Ulul Albab Kalibata.

Khotib: Seorang ustadz dari Cipanas.

Diawali dengan menjabarkan sebuah hadits Nabi sbb:
Ada sebuah hadits Nabi yang berbunyi: Kelak ada suatu zaman dimana Umat Islam bagaikan sebuah hidangan makanan bagi Umat Lainnya, masing-masing ingin merebut/menguasai umat Islam. Sahabat bertanya: Apakah jumlah umat Islam saat itu sedikit? Nabi bersabda: Tidak, saat itu jumlahnya banyak.

Pelajaran dari hadits tersebut..agar umat Islam, selalu waspada agar sesuatu yang digambarkan oleh Hadits Nabi tersebut..setidaknya hal tersebut tidak terjadi pada zaman ini (terutama tidak terjadi di Indonesia). Caranya adalah dengan meningkatkan persatuan umat Islam dari berbagai ormas, dengan cara diawali dengan metode silaturahmi..saling mengunjungi, saling tabayun..menjalin keakraban antar tokoh Islam dari antar golongan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman atau perselisihan serta tidak mudah diprovokasi, dipecah belah oleh pihak lain.

Khutbah Jumat tgl 2 Maret 2018: Ketabahan & Kesungguhan Berdoa

March 7, 2018

Jumatan di Masjid Syuhada, Perkantoran Komplek KPKN, Jl Juanda – Dekat Hotel Redtop Pecenongan.

Point-point khutbah:
– Mengutip kisah Nabi Ayub, tentang ketabahan menghadapi ujian sakit, keyakinan beliau (nabi Ayub AS) untuk terus bedoa dan akan datangnya pertolongan dari Allah SWT.

– Nabi Ayub berdoa, walau tubuh &kulitnya diserang wabah “gudik/koreng” sehingga kulit-kulitnya mengelupas.. berbulan-bulan beliau terus berdoa, agar hatinya tetap utuh agar tetap bisa berzikir mengingat Allah SWT.

– Pada akhirnya, Allah SWT mengabulkan doa nabi Ayub AS. Menyembuhkan sakitnya.. mengembalikan keluarga dan hartanya.

Khutbah Jumat tgl 23 Feb 2017 : Pentingnya Ikhlas

February 28, 2018

Masjid Ulul ALbab Kalibata.
Point-point Khutbah:

Ikhlas adalah sebuah kata kunci untuk meraih surga dan keridhoan-NYa.

Dikisahkan oleh khotib: ada 3 orang yang terkenal di dunia semasa hidupnya, menurut padangan manusia, 3 orang tersebut layak masuk ke surga. Orang tersebut adalah 1). Seorang Jihadis, ia mati membela kebenaran dan agama; 2). Seorang Dermawan/filantropis, ia banyak beramal menolong sesama 3). Seorang Alim/Guru, ia semasa hidupnya didedikasikan untuk mengajari orang banyak, membimbing umat menuju kebaikan.

Namun, setalah melalui proses hisab..dikisahkan ke tiga orang tersebut gagal dan ditolak masuk ke Surga. kenapa??? apa sebabnya???

1). Si Jihadis, ia mati seoalah membela agama Allah..tetapi didalam lubuk hatinya sebenarnya bukan itu tujuannya.. ia ternyata menjadi jihadis karena ingin disebut pemberani oleh orang lain.

2). Si filantropis, ia mati seolah membawa banyak amal… tetapi didalam lubuk hatinya, ia sebenarnya menginginkan sanjungan orang lain..agar disebut sebagai orang dermawan.

3). Si Ulama/ilmuwan, ia mati seolah membawa pahala yang terus mengalir, tetapi sejatinya didalam lubuk hatinya..menjadi alim karena menginginkan sanjungan dan pujian, serta fasilitas kehormatan dari orang-orang.

Ketiga contoh orang tersebut, mungkin pada saat hidupnya di dunia tercatat sebagai orang hebat, orang baik, orang termasyhur sholihnya. Namun, hakitatnya tidak ada seorangpun yang mengetahui… Hanya Allah SWT yang mengetahui rahasia isi hati mereka.

Demikianlah khotib berpesan..agar berhati-hati dalam ber-NIAT. Jadikan niat “ikhlas” hanya pengabdian murni mencarai Ridho ALlah SWT sehingga kelak amal menjadi tidak sia-sia.

Khutbah Jumat 09 Feb 18 : Ciri Orang Bertaqwa

February 9, 2018

Point-point khutbah:

Makna taqwa adalah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Adapun Ciri-ciri orang bertaqwa diantaranya dijelaskan dalam Q.S Ali Imran 133 – 136.

Ciri-cirinya secara garis bersarnya yaitu:
1). Segera berlomba untuk berbuat baik/amal sholih untuk menuju surga.

2). Senantiasa berderma, menginfakan hartanya untuk membantu orang lain – (dalam kondisi lapang atau sempit).

3). Senantiasa mengendalikan diri menahan marah/emosi negatif dan mudah memaafkan.

4). Segera sadar (ingat/eling) apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri.

Makna fahsa=perbuatan keji yang merugikan orang lain, sedangkan makna dholim= perbuatan yang merugikan diri sendiri seperti:mabok, malas, dsb.

Khutbah Jumat 26 -01-18 : Cara Mencintai Nabi SAW

January 26, 2018

Khotib: Ustadz Dedi martoni, Masjid Ulul Albab Kalibata.

Point-point khutbah:
Mencitai Nabi SAW adalah suatu keharusan bagi setiap umat Islam apabila ingin merasakan manisnya iman.

Adapun aktifitas untuk mencintai nabi SAW dapat dilakukan dengan berbagai cara sbb:

1. Menghidupkan Sunah (ihyausunah). Berusaha untuk mencontoh Nabi pada segala hal..mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.

2. Belajar dan mengajarkan Sejarah kehidupan dan Ahlaq Nabi kepada keluarga dan anak-anak, serta orang-orang sekitar.

3. Menyampaikan Risalah Islam kepada setiap orang (sampaikan walaupun hanya satu ayat).

4. Dengan Banyak bersholawat
Doa shalawat akan menghubungkan jiwa spiritualitas kita dengan Nabi SAW. Doa shalawat yang kita panjatkan akan didengar Oleh Nabi SAW di alam barzah.

Khutbah Jumat 19 Jan 18 : Kecerdasan Akal Bisa Membinaskan Manusia

January 19, 2018

Khotib: Ust. Saiful Bahri, Masjid Ulul Albab, Kalibata.

Point-Point khutbah:
– Banyak umat-umat jaman dahulu yang memiliki kecerdasan akal yang tinggi dan peradaban yang sangat maju, namun karena terlalu mengagungkan kecerdasannya..sehingga sombong dan mendustakan ayat-ayat Allah SWT, sehinggga mendapat azab… peradaban yang tinggi yang dimilikinya akhirnya hancur.

– Contoh dari umat terdahulu tersebut, yaitu kaum ‘ad, kaum tsamud, dan kaum firaun mesir.

– Khotib berpesan, dimana pada jaman ini..adalah jaman dengan puncak peradaban zaman besi, dimana besi-besi menjadi mesin pintar..entah itu berupa kendaraan, pesawat, komputer, bangunan..ataupun gadget. semua berasal dari unsur besi. Jangan sampai kita semua lalai dan menjadi sombong..dengan terlalu mengandalkan teknologi dan melupakan..atau mendustakan ayat-ayat Allah SWT...hati-hati!! jangan sampai menjadi seperti umat kaum ‘ad, tsamud,,atau umat firaun yang menjadi hancur binasa.

– Jangan sampai semua kecerdasan yang kita miliki, ataupun alat-alat hasil ciptaan kecerdasan itu (teknologi) misal gadget, smartphone, atau apapaun itu justru menjauhkan hati kita dari ALlah SWT.. karena itu berarti pertanda buruk dan dapat mendatangkan azab dari Allah SWT.

– Kewajiban umat Islam untuk saling mengingatkan, agar menggunakan kecerdasan akal..tidak menjadi semakin jauh dari Allah, tetapi menjadikanya menjadi sarana pengingat dan menjadi semakin takut kepada Allah SWT.

Khutbah Jumat 12 Jan 2018 : Tafsir Surat Al Mulk Ayat 15

January 19, 2018

Point-point khutbah:
– Khotib membaca, dan menerangkan tentang Surat Al Mulk ayat 15.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

– dari ayat tersebut, khotib mengingatkan… bahwa anjuran Allah SWT untuk mengoptimalkan diri mencari karunia Allah SWT, mengeksplorasi bumi ini ke segala penjurunya, namun.. ingat!!! pada akhirnya kita akan kembali kepada-Nya (akan mati) dan kemudian akan diminta pertanggungjawab atas apa yang telah dilakukan (pada hari kiamat/kebangkitan), maka.. berhati-hatilah..!!

– Boleh kita mengoptimalkan dunia, namun jangan sampai lupa untuk beribadah dan beramal sholih, sehingga kita tidak akan menyesal pada saat hari kebangkitan itu. atau niatkanlah usaha kita mengeksporasi bumi untuk beribadah kepada ALLah SWT..sehingga hasilnya berupa kebaikan yang melimpah di dunia dan di akhirat kelak.

khutbah Jumat 08 Des 2017 – Banggalah sebagai Umat Islam

December 8, 2017

Masjid Ulul Albab,

Point-point Khutbah sbb:
banggalah sebagai umat Islam sebab:
1. Agama Yang Sempurna..diturunkan paling akhir.
2. Kitab AlQuran otentik tidak berubah dari mulai diturunkan.
3. Membawa ajaran kesetaraan manusia (kemuliaan seseorang diukur berdasarkan ketaqwaan bukan dari jumlah Harta/pangkat/Kasta/Rupa dan membawa ajaran keperdulian sosial (ajaran zakat, Waqaf, serta keutamaan memberi makan orang fakir miskin, dan peduli anak yatim).
4. Agama kedamaian dan keselamatan. Rahmatan lil ‘Alamin, seperti:
– Tidak ada paksaan untuk masuk agama Islam.
– Dilarang mencaci agama orang lain
– Agar berdakwah secara bil hikmah (dengan kebijaksanaan) dan contoh yang baik.