Archive for the ‘Khutbah Jumat’ Category

Mengingat Mati

August 4, 2017

Mengingat Mati/kematian..

Adalah intisari khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ust.Joko Kunto pada khutbah tadi siang tgl 04 Agustus di Masjid Ulul Albab kalibata.

– Didalam AlQuran disebutkan bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi.. Kullu nafsin dzaiqotul mauut, dan demikianlah adanya.

– Tidak ada seorangpun didunia ini yang hidup abadi, semua manusia pasti mati.

– Kematian bisa terjadi kapan saja, kematian tidak mengenal umur..dengan sebab macam-macam, bisa karena sakit, karena kecelakaan dsb, ada yang bayi atau masih anak-anak meninggal, masih remaja/muda meninggal,.orang sehat tiba-tiba meninggal dsb.

– Setalah seseorang meninggal, maka kelak ia akan dihisab (diaudit..istilah yg dipakai khotib) amal-amalnya. Hisab tersebut yang akan menentukan kedudukan seseorang di akhirat..ke surga atau ke neraka.

– Menurut seorang ulama, orang takut meninggal karena merasa amalnya belum cukup. Namun apabila seseorang sudah merasa cukup amal..dan tempat kembalinya setelah mati lebih baik dari dunia..maka ia menjadi siap..dan tidak takut mati.

– Atas hal tersebut, khotib menghimbau agar jamaah selalu mengingat kematian..dan mempersiapkannya dengan memperbanyak amal sholih.

Khutbah Jumat 09 Des 16 : Keutamaan Mengamalkan Al Quran

December 9, 2016

Isi Khotbah:
1. Membiasakan mengkhatamkan Al Quran.
Anjuran nabi kepada para sahabatnya untuk mengkhatamkan membaca AlQuran dalam 30 hari (1 bulan)
2. Mentadaburi Al Quran.
3. Mengamalkan Al Quran
Hadits Nabi: bahwa AlQuran akan menjadi syafaat bagi para sahabatnya di hari Kiamat. Yang dimaksud dengan sahabat AL Quran adalah mereka yang mengakrabi al Quran dengan rajin membacanya, mentadaburi, dan mengamalkan isi ALQuran.

Khutbah Jumat 25-11-16: Berpikir Besar Dalam Memahami Agama

November 25, 2016

Khotib: Dr.Amir Faisol Fath
Masjid Ulul Albab Kalibata

Point-Point khutbah:
1. Jangan meremehkan Tuhan (Allah SWT), dan Jangan meremehkan aturan-Nya.
Kondisi saat ini umat Islam dalam keterpurukan dan seakan tidak berdaya mengadapi provokasi dan tekanan negara barat liberal (Amerika & Rusia) karena mayoritas umatnya tidak solid dan tidak mengamalkan isi dari Al Quran.

Umat Islam baru dalam tahap membaca tekstual tatapi belum memahami makna dari yang dibaca di dalam Al Quran.

Untuk mencapai kebangkitan umat Islam adalah dengan belajar memahami AlQuran dimana Al Quran mengajari manusia untuk berpikir besar dengan mencontoh dan mengambil pelajaran dari kehidupan umat terdahulu.

2. Di AlQuran berisi tentang sesuatu pelajaran yang global, yang bersifat membangun visi.

3. Di Hadits baru ditemukan pelajaran yang bersifat teknis/aturan ibadah.

Dalam belajar/memahami Islam, sebaiknya berawal dari memahami visi/ajaran universal yang terdapat di AlQuran. Kemudian baru ke teknis ibadah yang diatur didalam Hadits Nabi.
—-
Imam membaca surat Ar Rahman dalam shalat Jumat.

Khutbah Jumat – Wakaf Produktif

April 22, 2016

Khutbah Jumat di Masjid Ulul Albab tgl 22-04-16, Khotib: Ustadz Anang Syafrudin.
Point-Point Khutbah:
– Mengingatkan jamaah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Taqwa: secara bahasa adalah memelihara diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

– Pentingnya umat Islam mengenal waqaf produktif. Yaitu waqaf dalam bentuk apapun, seperti aset: tanah, ataupun waqaf tunai, dimana bentuk waqaf tersebut dikelola sebagai aset produktif yang akan terus menghasilkan keuntungan dan keuntungan tersebut digunakan untuk kesejahteraan umat islam seperti: biaya kesehatan, biaya pendidikan, donasi musibah dsb.

– Waqaf produktif sangat potensial untuk membangun ekonomi berbasis syariah.

Khutbah Jumat Tgl 18 Maret 16 : Doa Sulaiman

March 18, 2016

Khotib Ustadz Dedi Martoni, Masjid Ulil Albab, Kalibata Timur I.
Point-point khutbah:
– Pentingnya doa Nabi sulaiman AS: Robbi auzi’ni ansykuroo nikmatalata an’amta ‘alaya wa ‘ala wali dayya wa an ‘amalan sholihan wa aslihli mindzuriyati inni tubtu ilaika wa inni minal muslimiin.

– Doa tersebut sangat bagus diamalkan oleh orang yang mencapai usia 40 tahun. Namun demikian, pada umur berapapun pada dasarnya sangat baik untuk berdoa dengan kalimat tersebut.

– Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT terus memberikan ilham (intuisi positif) untuk mensyukuri nikmat yang telah didapat dirinya dan kedua orang tuannya, serta permohonan untuk dapat beramal sholih, dan doa agar anak cucu (keturunannya) senantiasa mendapat kebaikan.

– Wujud mensyukuri nikmat adalah dengan sering menyebut-nyebut nikmat tersebut, berterimakasih kepada Allah SWT, dan menggunakan nikmat-nikmat tsb untuk kegiatan positif/beramal sholih dengan sebaik-baiknya.

– Khtotib mengucapkan bahwa terdapat sebuah hadits yang menyatakan bahwa apabila seseorang telah mencapai usia 40 maka ia akan diringankan hisabnya, jika mencapai usia 60 maka ia akan diterima taubatnya, jika mencapai usia 70 maka ia akan dicintai penduduk langit, dan jika mencapai usia 80 maka ia akan diampuni dosa yang telah lalu dan masa yang akan datang, dan jika dapat mencapai usia 90 tahun maka ia seolah menjadi tawanan Allah SWT dibumi..maksudnya manjadi tawanan adalah Allah SWT selalu memprotekanya/melindunginya dengan kasih sayangnya.

Khutbah Jumat tgl 4-3-16 “Kewajiban Laki-Laki & Rahasia Rizki”

March 4, 2016

Khutbah Jumat kali ini sangat menarik. Saya lupa nama khotibnya, namun terdapat point-point penting sebagai berikut:

– Khotib membacakan ayat Al Quran Surat Anisa 34 ” Arijalu qowamuna ‘ala nisa bimaa..”. Dalam terjemahan biasanya diartikan sebagai Laki-laki adalah pemimpin para wanita. Khotib mengungkapkan kata-kata Qowam berasal dari kata Qowa – yauqumu – qiyaman… artinya berdiri tegak. Dari segi makna kata dimaksudkan agar laki-laki dapat tegak berdiri menjadi panutan, pengayom, pelindung, dan pendidik kaum wanita.

– Salah satu kewjiban laki-laki sebagi pengayom wanita adalah mencari nafkah rizki untuk membiayai dan mensejahterakan kaum wanita (istrinya) dan semua keluarga yang ditanggungnya..anak-anaknya, orangtuanya yang sudah tidak produktif, dan atau siapaun yang menjadi tanggungannya.

– Salah satu rahasia Rizki adalah dicari dan diusahakan. Atas hal tersebut kaum laki-laki berkewajiban bersungguh sungguh mencari rizki dari Alloh tersebut, untuk kemudian disalurkan kepada semua anak-istri dan keluarga yang ditanggungnya tersebut.

Rahasia Rizki adalah dicari dan diusahakan dengan sungguh-sungguh
Dan Rizki pada hakekatnya adalah milik orang-orang yang ditangungnya tersebut, sehingga harus disadari bahwa lelaki pencari nafkah tsb bukan sebagai pemberi rizki namun hanya sebagai perantara rizki dari Alloh SWT.

Maka berbahagialah laki-laki yang menjadi tumpuan banyak orang-orang. Karena pada hakekatnya ia memiliki amanah untuk menjadi penyalur rizki banyak..dari yaitu rizki orang-orang yang menjadi tanggungannya.

– Dalam suatu ayat Quran Surat Al Jumuah, disebutkan bahwa setelah selesai mengerjakan sholat, Alloh SWT mengajurkan kita (kaum lelaki) untuk bertebaran dimuka bumi guna mencari rizki dari Alloh SWT, dan dengan disertai mengingat (berzikir) kepada Alloh sebanyak-banyaknya.

Khutbah Jumat : Sistem Pendidikan Anak

February 26, 2016

Khutbah Jumat di Masjid Ulil Albab, Kalibata tgl26-02-16.

Point-point khutbah:

  • Agar dapat mendidik anak sehingga terbantuk pribadi yang berakhlak mulia diperlukan sistem Role Model atau contoh baik dari kedua orang tuannya.
  • Pada usia anak dini (usia 1 s/d 12 tahun) memiliki kebiasaan yang meniru apa-apa yang ia lihat dan ia dengar dari orang-orang disekitarnya. Ketika ia melihat sesuatu yang buruk, maka ia meniru perkataan dan perbuatan tersebut. Atas hal tersebut, orang tua sebagai individu terdekat..diwajibkan untuk membarikan contoh baik, sehingga ditiru oleh anak-anaknya..yang kemudian tumbuh menjadi baik mengikuti perilaku kedua orangtuannya.
  • Dalam mendidik, dan membarikan Role model, kedua orang tua tersebut wajib bersungguh-sungguh dan bekerja sama sehingga mampu membetuk iklim edukasi yang baik bagi proses tumbuh kembang fisik dan psikologi Anak.
  • Khotib membacakan surat Ar Raad:12 – “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum tsb merubah nasibnya sendiri”. Ayat tersebut perlu diterapkan dalam implemetasi kesungguhan mendidik anak, sehingga terbentuk karakter anak yang berakhlak mulia.
  • Khotib mencontohkan pendidikan model Nabi Ibrahim AS sehingga menumbuhkan anak Sesholih Nabi Ismail AS. Ismail AS tumbuh sebagai seorang remaja yang sangat hormat dan patuh kepada Ayahnya. Dimana ia tumbuh dalam suasana tauhid dan keyakinan yang mendalam Kepada Allah SWT, sehingga taat..dan patuh menurut kepada Ayahnya ketika ia akan dikorbankan/disebelih untuk dijadikan kurban.

Khutbah Jumat 19-02-16 Pentingnya Belajar Menuntut Ilmu

February 19, 2016

Khotib: Dr.Adian Huseini, Masjid Ulil ALbab, Kalibata.

Point-point penting:

  1. Manuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Hadits Riwayat Ibnu Majah:
  2. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kuli muslimin.
  3. Tidak belajar/menuntut ilmu dihukumi berdosa. karna jika seorang muslim tidak belajar..maka dikhawatirkan berpotensi ia akan tersesat ke arah jalan yang salah dalam beribadah dan sikap hidup.
  4. Ilmu yang wajib dipelajari: Fardhu ‘ain: Ilmu Agama: Tauhid dan Fiqih, supaya setiap muslim dapat beribadah dengan benar sesuai tuntunan Nabi SAW.
  5. Ilmu yang wajib dipelajari: Ilmu mencari nafkah, tujuan: agar setiap muslim dapat mencari nafkah dengan layak sehingga mampu menghidupi dirinya dan keluargannya dengan layak.
  6. Hendaknya setiap orang tua mengevaluasi anak-anak dan keluarga mereka atas pemahaman ilmu agama: Apakah sholatnya sudah benar? apakah baca qurannya sudah benar? apakah akhlaknya sudah bagus?  Apakah hukum2 dasar agama sudah dipahami, halal, haram, mubah dsb…Kemudian melakukan pendidikan terus menerus.
  7. Membacakan sebuah ayat “ku anfusikum wa ahlikum narro”. Orang tua harus mendidik dirinya sendiri dan memberikan pendidikan/contoh baik akhlak anak-anak mereka agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas, apalagi kecenderungan psikis ke arah LGBT.
  8. Mencarikan sekolah yang bagus untuk anak-anak itu baik, tetapi pendidikan terbaik dimulai dari contoh orang tua dan lingkungan keluarga.

Demikian, kalimat-kalimat dari khotib yang saya ingat.

Khutbah tgl 18-12-15

December 18, 2015

Khotibnya sangat bagus… bicaranya tenang dan mengena.

Saya menyimak dengan seksama.. sampai pertengahan khutbah, setelah itu terlelap dan masih terdengar samar..samar khotib berbicara,

Namun.. mohon maaf, saya saat menulis tulisan ini..(jam 17.21 WIB) benar-benar lagi lupa apa isi khutbah tersebut. Astaghfirullah..

Khutbah Jumat 04-12-15 Kendalikan Nafsyu & Angan

December 4, 2015

Point-point jumat tgl 04-12-15, dengan khotib bpk.Joko Kuntono, sbb:
– Mengutip dari perkataan imam ghozali bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dimana dalam diri manusia dilengkapi dengan akal dan nafsyu (basic instink), sementara makhluk hewan hanya memiliki instink. Sehingga apabila manusia bertindak hanya menuruti hawa nafsyunya saja.. dapat dikatakan derajatnya lebih rendah dari hewan.

– Mengutip perkataan ulama mesir jaman pertengahan di era kekholifahan Al Mutawakil dinasti abasiyah, ia berkeliling ke negeri-negeri wilayah ke kholifahan tersebut dan menyimpulkan kondisi masyarakat saat itu yang sudah mulai rusak, dimana berdasarkan analisisnya penyebabnya adalah: 1). Cita-cita kehidupan akhirat sudah tidak menjadi prioritas, dan masyarakat lebih mencintai kehidupan di dunia. 2). Panjang angan-angan.