Archive for the ‘Cerita Sehari-hari’ Category

Jodoh itu misteri

September 8, 2016

Jodoh.. jodoh sekali lagi jodoh itu memang misteri.

Kenapa?????

Pengalaman hidup gw mengajarkan… kalau bukan jodoh itu biar dikejar..kejaaar setengah mampus juga ga dapet!!! kalau bukan jodoh rasanya itu berat.. pokonya berat aja di hati.

Pengalaman gagal mendapatkan jodoh sudah banyak.. malu sebenarnya nulisnya.

Intinya sih terus aja berdoa dan berusaha… terus..dan teruuusss.. jangan menyerah ya! pokoknya terus doa dan ikhtiar. hati kudu Yikiiin dech! pasti dapet yang cocok!! Gw sudah membuktikan soalnya.


Jodoh antara keinginan dan kebutuhan,

Kite kite biasanya penginnya jodohnya yang cantiiik, cakep sesuai selera, pinter..punya pendidikan tinggi, pinter cas-cis cus..cerdas, kalau bisa yang agak tajir, keturunan orang hebat..kalau bisa. Kalu cewek biasnya menginginkan jodoh cowo yang tinggi, atletis, gagah (macho), punya mobil, pinter ngerayu/romantis, kerjaan mapan dsb… kalau dipikir2 wajar sih, berkeinginan seperti itu. Gw dulu jg gitu..penginnya cari yang super-super hehe.

Tapi realitas biasaya tidak sebanding dengan keinginan. Kalau yang cantik..biasanya agak sedikit jaim; kalau yang cerdas, pendidikan tinggi biasanya egonya tinggi; kalau yang tajir.. biasanya sih seleranya tinggi, makan di warteg agak segen hehe. Ini sih pengamatan pribadi, tidak semua begitu.


Pilihlah yang sesuai kebutuhan terlebih dahulu dibanding keinginan. Tujuan cari jodoh (untuk menikah) adalah hal serius.. artinya tampilan yang bersifat materi janganlah terlalu diutamakan.

Carilah yang sesuai kebutuhan.. Kita butuhnya apa??? butuh ketenangan hati?? carilah yang tipe-tipe yang bisa menenangkan hati. InsyaAlloh..kalau niat tulus, nantinya akan menemukan yang sesuai dengan kebutuhan.


So, No body perfects. Dont’s thinks so perfects! And Miracle is there.

Langkah Kaki Bersama Alunan Suara Muammar

June 10, 2016

Pagi ini kereta terasa sesak, sudah 30 menit aku terhimpit diantara orang-orang. Dengan sedikit gontai aku berhasil turun dari kereta setelah menyisihkan beberapa orang yang berdiri berhimpit didepan pintu gerbong..

Keluar dari stasiun, Kususuri jalanan kecil menuju kantorku di belakang makam pahlawan nasional. Kaki terus melangkah berjalan pelan.. suara lamat-lamat alunan ayat suci terdengar mendayu dari sebuah pengeras suara masjid kampung.

Surat Alfatihah… Surat Annaas…, ya suara itu begitu mendayu..menentramkan jiwa. Kukenali suara itu adalah suara Bapak Muammar ZA, seoarang qori legenda Indonesia.

Kakiku terus melangkah dengan hatiku menyimak alunan merdu ayat suci itu.. Ya, hari ini adalah hari jumat… suara Muammar adalah penanda, begitulah sebuah mesjid kampung yang terletak di selatan rumah praktek Jeng Anna itu biasa bertradisi dengan menyetel suara Muammar.

Semoga hari Jumat ini penuh berkah… aamin

Kalibata, 10-06-16

Seorang Om Tua dan Ibunya di suatu Apotik

April 5, 2016

Kejadian ini saya lihat kemarin tgl 04 April disaat saya sendang menunggu panggilan periksa dokter gigi disebuah di Klinik Sendang Bunda Jl.raya pasar minggu.

Ketika saya sendang duduk menunggu didepan apotik, aku melihat dari arah luar seorang bapak-bapak (om-om) barambut putih sedang menuntun dengan sabar seorang nenek yang menggunakan kruk penyangga tubuh.

Om itu berusia setengah baya (kira-kira mendekati 60’an), tampak dari rambutnya yang hampir memutih semua namun jalannya masih tampak gagah. Sementara nenek-nenek yang dituntun itu sudah sangat sepuh.. kira2 berusia 80an tahun.

Benar juga, seorang ibu-ibu yang datang ke apotik duduk dan mengajak ngobrol si nenek tsb. “Lagi mau beli obat nak” kata-kata nenek tua tsb menjawab basa-basi pertanyaan ibu tsb.

Itu anak saya, kata si nenek menunjuk om setengah baya tersebut. Si om tsb terlihat membelikan beberapa pack susu anlane dari apotik. Yang Gold ada? untuk usia diatas 50?? tanya si Om ke petugas apotik.

——–
Sudahkah kita memperhatikan kebutuhan orang tua kita? … jawablah sendiri-sendiri.

Kawah Lapindo… first watch!

March 4, 2016

Ga tau kenapa ingin menulis lapindo..

Pengeboran sumur minyak yang gagal oleh PT Lapindo Brantas yang katanya milik Pak Ical… mengakibatkan keluarnya lumpur yang terus menerus dari dari lubang pengeboran tersebut.

Saya ingat, pertama kali melihat semburan lumpur tersebut.. dari TV, saat sumur baru-baru saja menyemburkan lumpur panas.. kira-kira tahun Mei 2006. Saat menonton TV disebuah rumah kos di perumahan polri sebelah timur kompleks Polda Jabar.

Pada saat itu, saya bersama temen2 ditugaskan oleh kantor – KAP Anwar BAP untuk mengaudit PT Duta Otto Prima, salah satu Perusahaan Triputra Grup (link-nya Astra). PT Duta Otto berlokasi persis di sebelah salatan Komplek Polda Jabar, sehingga kami (auditor) harus menyewa kamar di sebuah rumah kost dikawasan deket-dekat situ.

 

Menyapa itu Penting, Sapalah telebih dahulu!

February 19, 2016

Mengapa saya menulis ini…

Ini kejadian kemarin, pas menunggu naik lift… ketemu temen sekantor, dari devisi lain sih. Saya si kenal beliaunya itu, hanya kenal nama..dan kenal wajah, tapi berkomunikasi..atau bercakap belum pernah.

Ketika menunggu lift tsb saling berhadapan.. menghadap lift! masing-masing diam, bengong,…suasana serasa lama banget!!!

Sebenarnya saya ingin menyapa terlebih dahulu.. kasih senyum, tanya basa-basi. Tapi entah mengapa.. beliaunya juga dingin2 aja. Ya sudah..! entah mengapa egoku muncul.. kebetulan lagi buru2 juga mau menghadiri meeting. Akhirnya gw juga dingin2 aja. SEBODO!!

 

Didalam lift..kebetulan hanya berdua. Ya, jadi salah tingkah dech.. tetap dingin, SEBODO lagi!! Gue gituloh!! Who are you.. I dont care. Because you dont care me!

—–

HAhaha…. dasar ego.

Tapi setelah dipikir2… kejadian tsb, saya mengaku salah. Harusnya saya menyapa terlebih dahulu.. basa-basi. Itu namanya proaktif membangun keakraban positif!!! Mengalah menyapa terlebih dulu lebih bagus!! Mungkin beliaunya juga sebenarnya ingin menyapa, tetapi nerveous melihat kharismaku hahah..bohong!

Oke, lain kali… InsyaAlloh, saya berjanji lebih proaktif menyapa.. bangun keakraban positif!! Hidupun akan menjadi lebih Ceriaaaa!

Pelajaran dari Direktur Holding

November 17, 2015

Tepat jam sepuluh tadi pagi, saya mendapat kepercayaan dari bos untuk mendampinginya untuk rapat komite audit. Ada 2 Komite audit yang datang salah satunya adalah ketua komite audit yang juga merupakan komisaris Perusahaan tempatku bekerja yang sehari-harinya juga menjabat direktur keuangan induk perusahaan (sebuah BUMN produksi yang saat ini memiliki nilai aset terbesar ke-5 di Indonesia).

Acara beberapa saat sudah dimulai, ketika saya datang ke ruangan meeting tersebut. Bukan karena sengaja datang terlambat, tetapi memang harus menyempurnakan bahan presentasi secara baik terlebih dahulu.

Waktu terus berjalan, komite audit memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada bos saya tentang perkembangan hasil audit perusahaan dan isu-isu yang terjadi terkini terkait perusahaan.

Nah, satu jam kemudian presentasi bos saya selesai. Kini giliran saya presentasi.,, lumayan deg-degan juga.. ini presentasi pertama saya dihadapan direktur holding. Presentasi yang dilakukan adalah tentang audit piutang dan estimasi impairment piutang.

Presentasi diawali dengan basi-basi pembukaan, kemudian penjelasan tujuan audit, kriteria audit yang dipakai, serta hasil audit. Langsung ku kluarkan semua dalil-dalil PSAK 50 -55 dasar impairment piutang, cara menentukan bukti obyektif piutang, dasar penentuan arus kas masa depan dengan tingkat diskonto suku bunga efektif yang digunakan… semua ku terangkan dengan cukup lancar.

Kemudian ku perlihatkan kertas kerja detail supporting slide presentasi, perhitungan detail impairment per invoice, lebih dari 1600 invoice piutang.

—-
Terus dan terus presentasi… kemudian ketua komite audit tsb terus bertanya ini dan itu..terjadilah tanya jawab. Dan at the end, kelihatannya beliau cukup puas dengan presentasi saya dan beliau hanya memberikan saran-saran perbaikan positif.

—–
Setelah acara presentasi berakhir, kami pun makan siang bersama… Saat-saat santai makan siang itulah beliau mulai banyak bercerita informal.. dan disitulah beliau banyak mengucapkan kata-kata yang dapat dipetik pelajaran,antara lain:
– Dalam bekerja atau memecahkan suatu masalah, dari prespektif pengalaman beliau harus digunakan prinsip pribahasa “Dont cut the forest over a tree, sebaiknya perlu juga diperhatikan dont only cut a tree but forget the forest”. Kalimat pribahasa tsb ia dapatkan pertama kali saat menempuh kuliah luar negari puluhan tahun silam. Namun, ternyata masih terngiang dan ia gunakan dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Maksud dari kalimat tersebut adalah..jangan ngutak-atik (fokus) ke hal-hal kecil dari suatu masalah, tetapi kita lupa big picture esensi masalah tersebut. Sebaliknya..jangan melulu berpikir besar, tetapi melupakan detail suatu masalah. Artinya harus saling melengkapi, jadi berpikir strategis tetapi tetap perhatian pada hal detail sebagai back up.

– Kata-kata beliau berikutnya adalah ketika kita menduduki suatu jabatan, atau masuk ke organisasi, pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui dan memahami bisnis proses perusahan atau organisasi tersebut. Setelah paham, dari situlah kita mencoba mengevalusi kelebihan dan kelemahan sistem organisasi tersebut.. dan menggunakan atau memperbaiknya.

– Berusahalah menjadi agen of change. Agen of change berawal dari diri sendiri dulu, dengan memberi contoh baik. Ketika keteladanan kita sudah teruji, maka rekan kerja (staf atau bahkan atasan kita) akan mengikuti apa yang kita maui atau sarankan.

—-
Demikianlah beberapa pelajaran yang dipetik dari perkataan beliau.

Lelaki Tua di Ambang Pintu Kereta

September 29, 2015

Sore menjelang maghrib kamaren, 28 Sept 15. Suasana mendung dilangit jakarta bagian selatan. Aku berjalan menyusuri jalanan menuju setasiun.. sesampai disetasiun pas berbarengan dengan kedatangan kereta menuju Bogor.

Perhatian..perhatian ! Kereta 8 gerbong menuju Bogor segerang datang, mohon penumpang untuk menunggu dibalakang garis kuning.. jaga keselamatan dan dahulukan penumpang yang turun..!

Kuberlari mengejar kereta, kemudian melewati gerbong khusus wanita menuju gerbong umum. Segera ku melompat ke Gerbong, tepat sebelum masinis menutup pintu gerbong. Alhamdulillah.. suasana kereta cukup lengang, tumben.. biasanya crowded.

Ku asik bergelayut digantungan gerbon, dengan pikiran entah kemana.. mata terpejam, hari ini kerja cukup melelahkan jadi susana kereta dengan AC sejuk cukup membuat kepala mengantuk.

Setasiun Lenteng agung..lenteng Agung! pengeras suara gerbong berbunyi. Saat itu aku, tersadar dari kantuk, dan mata menyapu ke sekeliling.

Pandanganku terhenti di ujung ambang pintu kereta. Seorang tua tampak bergelayut digantungan, berdesakan dengan penumpang lainnya. Lelaki itu berpostur tinggi, rambut tampak sebagian memutih, tampak kurus, berkacamata.. dan kaki bersandal. Ia tampak memejamkan mata.

Namun… Subhanalloh!! aku tersadar.. kuperhatikan, ternyata jari2 lelaki itu tampak bergerak menghitung buku-buku ruas jarinya… , dengan mulut bergerak-gerak merapal kalimat-kalimat yang samar tak terdengar karena ditimpa derunya suara mesin kereta.

Ternyata Ia sedang asyik berdzikir!.. entah apa yang ia ucapkan, mungkin istighfar.. mungkin tasbih, tahmid atau tahlil. atau ia tengah memanjatkan doa..doa.

Sungguh, ditengah keramaian ternyata masih ada manusia yang ingat kepada-NYa. ya, lelaki tua itu…

Lelaki tua itu terus tampak menikmati dzikirnya..sampai ia turun dari kereta di stasiun UI, kemudian melangkah entah kemana..

———
A worthy lesson from ahlu dizkri, thank God.

Dipanggil menghadap Pak Direktur!!

March 30, 2015

Tentunya kita sebagai wong cilik, orang kecil, karyawan biasa akan merasa bangga, terhormat dan sangat senang jika dipanggil menghadap atasan/big boss/orang penting ditempat kita bekarja.

Perasaan itu aku alami ketika secara mendadak dapat tilpun dari sekertaris pak direktur. “Pak Asef dipanggil datang ke ruangan Pak Direktur, beliau ingin diskusi tentang sesuatu” suara sekertaris ditelpon. yang mamanggil ini big boss lho!, orang no.3 tertinggi di Perusahaan tempatku berkerja.

Saat, aku langsung siap-siap. segera ke toilet, merapikan baju, mencuci wajah dan gosok gigi. Kemudian ku semprotkan sedikit parfum ke baju.. biar seger. Dengan melangkah sedikit nervous ke samperi ruangan direksi tsb secara tergopoh..!!

Selevel direksi aja yang manggil, aku sudah merasa sangat bangga, oh ternyata pak direksi ada atensi terhadap diriku ini yang cuma pegawai biasa ini.

Dilain kasus, suara adzan berkumandang terdengan sayup-sayup menembus dinding kantor yang tebal. Tapi aku.. tak tau kenapa hatiku masih biasa-biasa aja… belum timbul rasa bangga, senang, terhormat, dan atau tergopoh-gopoh menyambut dengan sedikit deg-degan.. padahal yang memanggilku itu seruan muadzin, sang penerus panggilan dari-Nya.. Sang Maha Raja Alam Semesta, yang levelnya jauuuuh lebih tinggi tak terhingga dari level seorang direksi.

Ooohh, maafkan aku ya Rob.. hamba masih menempatkan pak Direktur lebih tinggi dari-Mu. Sementara sampai saat ini, Engkau tak bosan-bosannya memanggilku melalui para penyeruMu itu, walau Kau masih ku tempatkan dibawah posisi pak Direkur.

Maafkan.. maafkan aku, Yaa Rahman..
Yaa Rob, …Bimbinglah hatiku..untuk bisa menempatkan-MU ditempat yang Tertinggi.. wahai Tuhan Yang Maha Tinggi.

Seorang Saksi Peristiwa Malari 78

January 12, 2015

Malam selasa tgl 5 Januari 15, aku pulang ke jakarta naik bus malam dan duduk dibangku deretan akhir. Pada kesempatan itu aku berkenalan dengan seorang bapak2 usia 60 han.
Dia tanya ke aku.. Sudah berapa lama kerja di Jakarta Mas?
Dan kujawab kapan pertama kali aku merantau ke JKt.
Pak Tua: dia cerita masa mudanya prnah berkelana dan bekerja di Jakarta dari tahun 1971 s/d 1978. Ia berdagang kambing, supply kambing dari kampung kemudian di bawa ke Jakarta. Hampir setiap sudut jakarta pernah ia jelajahi.
Pada saat peristiwa Malari dan terbakarnya pasar senin tahun 1978, ia bercerita: saya ada disekitar situ mas! Saya masih terngiang orasinya Hariman Sireger yang menggelora… membakar emosi masa mahasiswa.
Aku: oo.. bapak ini tau banyak dunia kampus, mungkin dia mahasiswa dulunya (gumamku dalam hati).
Pak Tua: Setelah peristiwa itu, saya pulang kampung dan diterima sebagai PNS dan mengabdi sebagai guru di sebuah SMP sampai pensiun tahun 2011.
Ia juga bercerita..Pada tahun1992..saat meniggalnya bu Tien Soeharto, ia ada diJakarta. Tepatnya di jalan cut Mutia.. sedang supply kambing untuk kompleks yang dihuni jenderal-Jenderal. Ada peristiwa dibalik peristiwa yang terjadi saat itu ..katanya.
Namun perbincanganku dengan bapak tua itu akhirnya terhenti. Karena ia berganti tempat duduk sesuai urutan aturan kodektur.

Hikmah: bapak tua itu dan dia saksi sejarah pergerakan mahasiswa..meskipun berstatus Guru PNS, Beliau masih menyempatkan berbisnis disaat waktu senggangnya.. luar biasa!!!