Archive for October, 2017

Khutbah Jumat – Kiat Sukses Dunia Akhirat

October 27, 2017

Khutbah Jumat – Kiat Sukses Dunia Akhirat

Masjid UlulAlbab, Kalibata. Khotib: Dr.Muchlish Abdul Karim.

Inti Khutbah:
Pada hakekatnya setiap manusia menginginkan hidupnya bahagia, dan semua cita-citanya tercapai (sukses dunia akherat).

Al Quran memberi solusi bagi mereka yang menginginkan sukses dunia akherat dan terkabul segala hajatnya.

Kiatnya adalah:
1. Banyak Memberi (bersedeqah)
2. Bertaqwa

Advertisements

Gadis Pirang Pembaca AL Quran

October 18, 2017

Pagi ini kereta KRL Bogor -jakarta cukup dipadati oleh penumpang, seperti biasa aku berdiri disamping deket pintu. Saat itulah aku menemukan pemandangan yang tidak seperti biasa.

Seorang gadis berbaju kotak-kotak biru tua, rambut pirang sebahu tergarai sedang sibuk memandangi gadgetnya. Ia tampak terfokus membaca sesuatu.

Aku, yang saat itu berada disamping belakangnya iseng mencuri pandang ke layar gadget yang ia pegang.

Ternyata???? ia sedang serius membaca Al Quran. Subhanalloh..!!!

Sungguh tak terduga!??? gadis itu tidak berjilbab, namun ia serius membaca AL Quran dan terjemahnya.

Intinya: Dont Judge the book by its cover,!!

Memang yang paling baik sih yang covernya bagus..dan isinya juga lebih bagus.

Semoga gadis tersebut mendapatkan pemahaman agama yang lebih baik. Aamiin.

Sepatu Miring di Teras Masjid

October 17, 2017

Siang itu mendung bergelayut..udara panas terhembus, pertanda akan turun hujan.

Selepas sholat dhuhur berjamaah, aku terduduk dipinggir bersender ke dinding sembari mendengar pengajian siang saat itu. Namun..mungkin karena badan lelah, mata tak bisa menhan kantuk.. dan akhirnya tertidur.

Mata terbuka, ketika pengajian menjelang usai. Ternyata selama ku tertidur, hujan lebat telah mengguyur..!!

Ohh!!?? aku baru ingat! ternyata sepatuku..sepatuku!! mungkin sudah basah kuyup!..gumamku, memaki kecerobohanku meletakan sepatu diteras luar masjid.

Dengan tergopoh, aku menuju teras masjid. Teras itu ternyata bersih, lantas kemana sepatuku???! jangan-jangan ada yang bawa??? astaghfirullah..aku bersuudzon.

Kemudian ku kelingi teras masjid, mataku berputar menyelidik.

Subhanallloh..!!! sepatuku bertengger miring bersandar di dinding teras samping masjid. Alhamdulillah..aku tersenyum gembira nyaris berteriak, ternyata ada orang yang mengamankan, menggeser letak sepatuku sehingga tidak terkena tempias air hujan.

Ternyata dijaman ini masih ada orang baik, yang beramal dengan menggeser sepatu orang-orang agar tidak terkena air hujan.

Semoga Allah SWT membalas dengan keridhoan kepada-Nya. Aamiin.

Doa Anti Galau

October 4, 2017

Allohumma inni a’udzubika minnal hammi wal khazani

= Ya Alloh, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan.

Al Hammi
= Keresahan atas sesuatu yang belum terjadi/bayang-bayang ketakutan
misal: timbulnya perasaan resah/gelisah akan tejadi hal buruk dimasa depan, dsb.. padahal sesuatu tsb belum tentu terjadi.

Al Khazani = Kesedihan atas sesuatu yang telah terjadi.
Misal: kesedihan akibat tertimpa musibah.

—-
Al khazani = sad
adjective uk ​ /sæd/ us ​ /sæd/ comparative sadder, superlative saddest

A1 unhappy
حَزين
I was very sad when our cat died.
a sad book

informal boring or not fashionable
بائس
I cleaned the house on Saturday night, which is a bit sad.
Ref:http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english-arabic/sad
—-
Selected Word Analysis

al-Hamm: Hamm means ‘to make uneasy and fill with anxiety’. It is the type of distress one feels that affects the mind, heart, and body. This sadness worries a person, and one’s sole concern is this sadness. Hamm leaves a person preoccupied with one’s thoughts, going over them again and again in the mind, because it is an anxiety that one has regarding something that may or may not happen. If you have ever felt this type of sadness, that anxious and nervous feeling, you know how debilitating it can be.

al-Hazan: Huzn also means sadness but it is different than Hamm. Huzn is grief arising on account of an unpleasant event that has happened, such as the death of a loved one or a distressing situation. In the Seerah, the year that Abu Talib and Khadija (radi Allahu anha) died is known as ‘Aam al Huzn, the Year of Grief. In the Qur’an, Allah ta’ala mentions many times that the Believers will not “yahzanoon“, have grief, this means that in the hereafter, the believers will not grieve over anything that has occurred in the past. Huzn means ‘to be full of sorrow, mourning, grief, and saddened’.
Ref: //muslimmatters.org/2010/02/10/the-supplication-series-distress-sadness-and-anxiety-2/