Archive for December, 2015

Hari Ibu 22 Des 2014

December 22, 2015

Tgl 22 Des 2014 diperingati sebagai hari ibu.

Mengingat hari ibu.. jadi teringat sebuah doa.

Robbighfirli waliwalidaya warhamhuma kama robbayani soghira..

Sebenarnya doa saja masih belum cukup..masih perlu dilanjutkan dengan menunjukan perilaku mulia kepada Ibu dan bapak, kedua orang tua kita.

saya sendiri masih merasa belum berbuat apa-apa untuk mereka, bahkan kerap kali berbuat dosa dengan kata-kata yang mungkin menyinggung… Astaghfirullah, Robighfirlliii.. Robighfirlii… waliwalidaya warhamhuma kama robayani soghirah..

Bahkan saya pernah baca di majalah Alkisah edisi tahun 2010, menurut Habib Ali Zaenal Abidin Al Kaff pengasuh pesantren RiyadulJannah Gang Buluh Condet, bahwa salah satu bentuk istigfar terbaik adalah dengan doa tersebut diatas.., yaitu ikut memohon ampun untuk kedua orang tua kita.. dibaca 100 x, setiap malam hari sebelum tidur dan ketika setelah bangun tidur dipagi hari yaitu di waktu sepertiga malam atau selepas shalat shubuh.

Wallohu A’lam..

Khutbah tgl 18-12-15

December 18, 2015

Khotibnya sangat bagus… bicaranya tenang dan mengena.

Saya menyimak dengan seksama.. sampai pertengahan khutbah, setelah itu terlelap dan masih terdengar samar..samar khotib berbicara,

Namun.. mohon maaf, saya saat menulis tulisan ini..(jam 17.21 WIB) benar-benar lagi lupa apa isi khutbah tersebut. Astaghfirullah..

Doa Penting: Doa Dzun Nun – Nabi Yunus AS

December 18, 2015

Doa yang diucapkan Nabi Yunus AS ketika ditelan ikan paus. Dengan munajat doa tsb, Allah SWT mengabulkan doanya sehingga ia dapat selamat.

Bunyinya:
Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazholimiin.

Terjemahnya:

Tiada Tuhan selain Engkau (Allah SWT), Maha Suci Engkau (Allah SWT), sesungguhnya aku termasuk orang yang banyak berbuat aniaya/dzolim.

Demikian penting dan berharganya doa tersebut, sehingga ungkapan doa tsb diabadikan di dalam Al Quran: Surah Al Anbiya ayat 87 sebagai pelajaran untuk umat Nabi Muhammad SAW.

——-
Menurut hadits nabi.. dzikir atau doa dengan kalimat tsb sangat mustajab. Demikian menjadi kenyataan, perawi pertama (yang mendengar langsung dari Rasululloh SAW) yaitu sahabat Said Ibnu Waqas..menjadi salah satu sahabat Nabi yang terkenal sebagai sahabat yang banyak diijabahi/terkabul doanya, terlibat memimpin dalam beberapa peperangan untuk membela marwah ajaran Ilahi..namun selalu lolos/selamat dari sergapan musuh dan memenangi peperangan, dan beliau meninggal di usia lanjut, umur 80 tahun karena sakit tua.

——-
Penulis sendiri pertama kali mendengar/mengetahui doa ini dari sahabat teman kost sewaktu kuliah di tahun 98, yang bernama Asep, kuliah Fakultas Hukum asal Sukajadi Bandung. Menurut temanku itu, ibunya pernah dililit hutang yang cukup banyak, namun dengan terus-menerus melantunkan doa Dzun Nun tsb selama beberapa bulan..Alhamdulillah diberi kekuatan dan kemudahan oleh Alloh SWT sehingga dapat melunasi hutang-hutangnya.

——-
Keampuhan doa dzun Nun ini juga dirasakan oleh tokoh Muhammadiyah, Bpk Din Syamsudin. Pengalaman beliau berada dalam pesawat Garuda yang tergelincir jauh keluar landasan dan terbakar di Lanud Adisucipto tahun 2007 dan menewaskan beberapa orang. Beliau mengatakan..mungkin beliau dapat selamat dari kecalakan tersebut dan bisa keluar dari pesawat karena pada saat itu, sejak naik pesawat ia selalu melantunkan dzikir doa Dzun Nun “laa ilaaha ila Anta Subhanaka Inni kuntu Minadzholimiin”.. Wallohu A’lam.

Berpikir Positif dan Optimis – Kualitas Hidup Tergantung Tingkat Keyakinan

December 18, 2015

Berpikir Positif dan Optimis – Kualitas Hidup Tergantung Tingkat Keyakinan.

Perbanyak berpikir positif, Berkhunudzon Kepada Tuhan, Allah SWT.

Sugesti positif..sugesti positif…sugesti positif!!!

Khutbah Jumat 04-12-15 Kendalikan Nafsyu & Angan

December 4, 2015

Point-point jumat tgl 04-12-15, dengan khotib bpk.Joko Kuntono, sbb:
– Mengutip dari perkataan imam ghozali bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dimana dalam diri manusia dilengkapi dengan akal dan nafsyu (basic instink), sementara makhluk hewan hanya memiliki instink. Sehingga apabila manusia bertindak hanya menuruti hawa nafsyunya saja.. dapat dikatakan derajatnya lebih rendah dari hewan.

– Mengutip perkataan ulama mesir jaman pertengahan di era kekholifahan Al Mutawakil dinasti abasiyah, ia berkeliling ke negeri-negeri wilayah ke kholifahan tersebut dan menyimpulkan kondisi masyarakat saat itu yang sudah mulai rusak, dimana berdasarkan analisisnya penyebabnya adalah: 1). Cita-cita kehidupan akhirat sudah tidak menjadi prioritas, dan masyarakat lebih mencintai kehidupan di dunia. 2). Panjang angan-angan.