Pelajaran dari Direktur Holding

Tepat jam sepuluh tadi pagi, saya mendapat kepercayaan dari bos untuk mendampinginya untuk rapat komite audit. Ada 2 Komite audit yang datang salah satunya adalah ketua komite audit yang juga merupakan komisaris Perusahaan tempatku bekerja yang sehari-harinya juga menjabat direktur keuangan induk perusahaan (sebuah BUMN produksi yang saat ini memiliki nilai aset terbesar ke-5 di Indonesia).

Acara beberapa saat sudah dimulai, ketika saya datang ke ruangan meeting tersebut. Bukan karena sengaja datang terlambat, tetapi memang harus menyempurnakan bahan presentasi secara baik terlebih dahulu.

Waktu terus berjalan, komite audit memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada bos saya tentang perkembangan hasil audit perusahaan dan isu-isu yang terjadi terkini terkait perusahaan.

Nah, satu jam kemudian presentasi bos saya selesai. Kini giliran saya presentasi.,, lumayan deg-degan juga.. ini presentasi pertama saya dihadapan direktur holding. Presentasi yang dilakukan adalah tentang audit piutang dan estimasi impairment piutang.

Presentasi diawali dengan basi-basi pembukaan, kemudian penjelasan tujuan audit, kriteria audit yang dipakai, serta hasil audit. Langsung ku kluarkan semua dalil-dalil PSAK 50 -55 dasar impairment piutang, cara menentukan bukti obyektif piutang, dasar penentuan arus kas masa depan dengan tingkat diskonto suku bunga efektif yang digunakan… semua ku terangkan dengan cukup lancar.

Kemudian ku perlihatkan kertas kerja detail supporting slide presentasi, perhitungan detail impairment per invoice, lebih dari 1600 invoice piutang.

—-
Terus dan terus presentasi… kemudian ketua komite audit tsb terus bertanya ini dan itu..terjadilah tanya jawab. Dan at the end, kelihatannya beliau cukup puas dengan presentasi saya dan beliau hanya memberikan saran-saran perbaikan positif.

—–
Setelah acara presentasi berakhir, kami pun makan siang bersama… Saat-saat santai makan siang itulah beliau mulai banyak bercerita informal.. dan disitulah beliau banyak mengucapkan kata-kata yang dapat dipetik pelajaran,antara lain:
– Dalam bekerja atau memecahkan suatu masalah, dari prespektif pengalaman beliau harus digunakan prinsip pribahasa “Dont cut the forest over a tree, sebaiknya perlu juga diperhatikan dont only cut a tree but forget the forest”. Kalimat pribahasa tsb ia dapatkan pertama kali saat menempuh kuliah luar negari puluhan tahun silam. Namun, ternyata masih terngiang dan ia gunakan dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Maksud dari kalimat tersebut adalah..jangan ngutak-atik (fokus) ke hal-hal kecil dari suatu masalah, tetapi kita lupa big picture esensi masalah tersebut. Sebaliknya..jangan melulu berpikir besar, tetapi melupakan detail suatu masalah. Artinya harus saling melengkapi, jadi berpikir strategis tetapi tetap perhatian pada hal detail sebagai back up.

– Kata-kata beliau berikutnya adalah ketika kita menduduki suatu jabatan, atau masuk ke organisasi, pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui dan memahami bisnis proses perusahan atau organisasi tersebut. Setelah paham, dari situlah kita mencoba mengevalusi kelebihan dan kelemahan sistem organisasi tersebut.. dan menggunakan atau memperbaiknya.

– Berusahalah menjadi agen of change. Agen of change berawal dari diri sendiri dulu, dengan memberi contoh baik. Ketika keteladanan kita sudah teruji, maka rekan kerja (staf atau bahkan atasan kita) akan mengikuti apa yang kita maui atau sarankan.

—-
Demikianlah beberapa pelajaran yang dipetik dari perkataan beliau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: