Khutbah Jumat 6 Nov 2015 – Keutamaan Sholat Berjamaah Ke Masjid

Point-point khutbah Jumat 6 Nov 2015, Masjid Ulil Albab:
– Tentang sahabat Sya’ban yang rajin sholat berjamaah walau rumahnya jauh dari Masjid. Ketika datang biasanya sahabat Sya’ban menuju tempat tertentu di pojokan masjid Nabawi, tempat itulah merupakan tempat favoritnya setiap kali mengunjungi masjid nawabi.

– Suatu saat ketika akan memimpin berjamaah shalat shubuh, Nabi Muhammad SAW melihat ke pada para jamaahnya. Nabi sangatlah perhatian kepada para jamaahnya tersebut. Ternyata dari para sahabatnya yang sedang berjamaah saat itu.. ada satu jamaah yang biasanya hadir sekarang tidak hadir. Jamaah tersebut adalah Sya’ban. Mengetahui hal tersebut, Nabi SAW menunggu kehadirannya untuk beberapa saat sampai waktu, dikarenakan waktu shubuh hampir habis..maka terpaksa sholat berjamaan shubuh didirikan tanpa menunggu sahabat Sya’ban.

– Setelah selesai mendirikan sholat shubuh, Nabi menanyakan rumah sahabat Sya’ban tersebut. Kemudian ada diantara jamaah yang mengetahuinya. Dan Nabi meminta sahabat yang mengetahui rumah Sya’ban untuk mengantarkannya ke rumah sya’ban tersebut.

– Sesampainya dirumah sya’ban, ternyata terdengar tangisan dari dalam rumah tersebut. Setelah mengucap salam.. nabi kemudian mengetuk pintu. Keluarlah seorang wanita, ia adalah istri sahabat Sya’ban dan memberitahu bahwa sahabat sya’ban telah meninggal dunia.

– Kemudian Nabi menjenguk jasad Sya’ban yang telah terbujur kaku. Keluarganya berkata: bahwa sebelum Sya’ban meninggal.. ada kata-kata terkhir yang terucap dari mulutnya yaitu:
… andai lebih jauh, andai lebih banyak, andai yang baru…

—–
Kemudian keluarganya menanyakan kira-kira apa maksud perkataan Sya’ban tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi bersabda:

Suatu ketika, Sya`ban berjalan dan menemukan seorang yang lemah dan buta tidak bisa pulang ke rumahnya, maka Sya’ban mengantarkan orang tersebut hingga tiba di rumahnya. Pada saat sakaratul maut, Allah memperlihatan pahala tersebut kepada Sya’ban, maka dia berkata seandainya lebih jauh… karena berharap pahala yang lebih besar.

Di lain kali, sahabat ini didatangi orang yang kelaparan, lalu dia membagikan sebagian makanannya kepada orang tersebut. Ketika diperlihatkan Allah pahalanya, dia berujar seandainya lebih banyak…. karena berharap pahala yang lebih banyak lagi dari amalannya.

Suatu waktu, Sya’ban juga pernah memberikan pakaian bekasnya kepada orang yang membutuhkan. Ketika dia melihat pahala yang Allah sediakan baginya, maka dia berkata seandainya ang baru… karena besarnya balasan Allah atas perbuatannya yang sederhana tersebut. (redaksi kata cetak italic diambil dari portal http://aceh.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=113468)

Demikian penjelasan dari Khotib jumat.. mengutip dari Sabda Nabi Muhammad SAW.


Note: penulis belum menemukan riwayat hadits yang menceritakan kisah sahabat Sya’ban tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: