Pentingnya Ilmu Manajemen Strategi

Ilmu manajemen strategi mungkin sudah cukup populer terutama untuk orang-orang yang pernah sekolah di S1 ilmu manajemen, S2 MM atau MBA, dan kursus-kursus leadership. Mungkin dari 280 juta penduduk Indonesia hanya 2 juta orang yang pernah mengenal ilmu ini, atau bahkan kurang dari itu. Dari 2 juta orang tsb yang mempelajari ..mungkin hanya 100 ribuan orang (didalamnya kebanyakan adalah dosen,dan orang-orang yang sedang sekolah).Namun seberapa banyak yang sudah mendalami,dan benar-benar mengasah dan menerapkan ilmu tsb dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin tidak lebih dari 5.000 orang, mungkin diantara meraka adalah segelintir akademisi, segelintir CEO, segelintir pebisnis, dan segelintir para pemegang decision maker di Pemerintahan/Militer, serta segelintir tokoh masyarakat?

Mengapa saya tiba-tiba mengulas ilmu ini? Ini kebetulan karena kemarin diingatkan oleh bos saya dikantor. Saat ngobrol-ngobrol beliau menyinggung.. aplikasi ilmu apa yang sudah saya terapkan ditempat kerja sebagai hasil dari lulus dari sebuah sekolah bisnis. Hehe, saya hanya tersenyum kecut, belum ada pak!

Kemudian beliau bercerita, bahwa saat kuliah dulu pernah diajar oleh seorang dosen yang hanya datang mengajar satu kali pertemuan, namun ada satu berkataan dosen tsb yang beliau masih ingat sampai sekarang, yaitu dosen tsb berkata kepada semua mahasiswa dikelas tsb “kuasai buku ini! (sembari mengangkat, menunjukan sebuah buku berjudul “Strategic Management“), karena ilmu dalam buku ini jika diamalkan akan mampu mengantarkan kalian menjadi orang sukses!!”

—–
Yah, mengapa demikian? Setalah ditelaah lebih lanjut, ternyata ilmu manajemen strategi merupakan ilmu pengarah..dari semua muara aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan ilmu manajemen strategi diperlukan bagi disiplin ilmu-ilmu yang lainnya agar ilmu-ilmu tersebut berdaya lebih efektif. Dari ilmu ini kita belajar membuat VISI, kemudian membuat MISI yang sejalan dengan visinya, kemudian membuat scenario-scenario, strategi-strategi yang sejalan dan mengarah pencapaian visi dan terakhir adalah membuat program kerja yang mesti semestinya dilakukan, serta adanya evaluasi-evaluasi atas kinerja yang telah dilakukan.

Dari ilmu manajemen strategi, kita juga jadi tahu pentingnya sebuah visi masa depan. Visi adalah patokan untuk melangkah, visi adalah tujuan final yang akan dicapai suatu kegiatan atau organisasi. Tanpa visi yang jelas, dan tanpa misi yang benar.. maka jalannya kegiatan atau suatu organisasi akan menjadi tidak terarah..ngalor-ngidul tidak jelas yang mungkin hanya mengikuti passion pemimpinnya dalam kepentingan jangka pendek.

——–
Pertanyaanya: Sudahkah Anda menerapakan strategi kehidupan sehari-hari? dalam pekerjaan, dalam menjalankan suatu aktivitas atau amanah jabatan?

—–
Saya yakin, mungkin sebagian dari Anda sudah menerapkan ilmu manajemen strategi. Namun, sudahkah optimal dan konsisten? Jika belum.. mari memulainya untuk terus diasah. Yang mungkin Anda tahu, karena kabanyakan dari kita, hidup dan bekerja hanya sekedar rutinitas, dan malas untuk berpikir jauh. So jadilah orang yang berbeda. Btw, saya juga sedang berusaha untuk memulainya.

Yang perlu diingat, bahwa ilmu manajemen strategi tsb akan bermanfaat apabila diamalkan dan dipraktekan secara konsisten, dan bukan hanya dihapalkan, atau diomongin tekstual teori-teorinya saja.

(Nasehat untuk diri sendiri, dan yang membaca)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: