Ceramah Pak Djoko (mantan Dirut BRI) -2 “The Climber”

Beberapa bulan yang lalu, perusahaan tempat saya bekerja mengundang bpk. Djoko Santoso Moeljono (mantan Dirut BRI tahun 90’an) untuk memberikan ceramah tentang leadership. Isi ceramahnya bagus,dengan seusia beliau yang sudah 70’an namun masih berbicara lantang, lugas, dan mampu membangun suasana interaksi dengan audien dan meletupkan humor-humor segar.

Pada kesempatan itu Pak Djoko membedah isi buku karya beliu yang berjudul “The Climber”, yaitu sebuah panduan bagi para karyawan untuk dapat menapaki karirnya sampai sukses ke pucak karir. Buku the climber tsb merupakan penyempurnaan dari buku edisi sebelumnya yang berjudul “8 Langkah Strategis Mendaki Karir Puncak” terbitan Elexmedia Komputindo tahun 2004. Kebetulan saya membeli buku 8 langkah tsb pada saat awal-awal memasuki dunia kerja di Jakarta di pertengahan tahun 2005, setelah lulus dari sebuah universitas di jawa. Buku tsb masih tersimpan di lemari kamar sampai saat ini.Terinspirasi dengan buku tsb, saya berusaha untuk mengamalkan petuah isi buku tsb, Namun sayang, dikarenakan kurang konsisten..dan kurang kesungguhan.. sampai saat ini karirku masih jauh dari kata optimal/ideal, walaupun dibanding dengan saat pertama kali membaca buku tsb, saat ini sudah cukup ada kemajuan yang dicapai… Alhamdulillah.

Saya mencoba menulis 8 langkah strategis tsb, sebagai pengingat kembali dan peneguh komitement diri untuk terus menjadi lebih baik, lebih berkualitas. Adapau 8 langkah itu adalah:
1. Memperkaya Pengetahuan
Seorang pendaki karir harus terus menambah ilmu pengetahuan, misal rajin membaca koran, menganalisa isu-isu terkini, rajin membaca buku atau jurnal ilmiah, ambil sekolah lagi dsb.

2. Meningkatkan Ketrampilan
Seorang pendaki karir harus terus meningkatkan ketrampilan, misal ketrampilan live skill, berbicara didepaan publik, ketrampilan presentasi, operasional komputer, bahasa inggris dsb.

3. Tidak Hanya IQ tapi EQ
Seorang pendaki karir harus terus meningkatkan Emotional Quotien (EQ), yaitu kemampuan berempati kepada orang lain, kemampuan bekerjasama, mampu mendengar orang lain, mampu memotivasi, dan mampu mengajari dengan cara yang wise (coacing).

4. SQ
Seorang pendaki karir tidak boleh hanya mengasah IQ dan EQ-nya yang bersifat horizontal, namun.. ia perlu mengasah Spriritual Quotion (SQ)-nya. SQ adalah bersifat vertikal..hubungan batin antara manusia dan sang Pencipta, Tuhan YME.
Dengan mengasah SQ, misal dengan rajin sholat tahajud, atau puasa sunah.. maka hatinya akan menjadi lebih jernih, dan lebih peka.. ilham dan bimbingan-Nya akan mudah ditangkap.

Diceritakan waktu itu, seorang bosnya pak Djoko di bank Exim.. tiba-tiba membuat suatu policy keputusan keuangan untuk memindahkan bebepa aset keuangan dari beberapa obligasi luar negari. Ternyata sebulan kemudian kondisi keuangan luar negeri memburuk, sehingga dengan kebijakan tsb menyelamatkan bank dari kerugian. Dan bos tsb jika ditanya.. apa sih rahasianya bisa peka..seolah-olah mengetahui sesuatu yang akan terjadi dan mampu mengambil suatu keputusan antisipasi yang tepat? “ternyata beliau rajin tahajud sholat malam” demikian kata pak Djoko.


5. VVC Plus

Seorang pendaki karir harus memiliki Vision – Value – Courage Plus. Artinya ia harus memiliki visi masa depan yang jelas, mau kemana dan mau jadi apa ia 5 atau 10 tahun lagi. Ia juga mampu memberikan kontribusi agar perusahaan mencapi visi yang jelas dan benar. Disamping tu, selain visi, seorang pendaki juga harus memiliki nilai (value) yang kokoh dianut, dan keberanian untuk memimpin serta mengambil keputusan dan tanggungjawab.

6. Etika
Seorang pendaki karir harus memegang teguh etika, dan integritas. Jika tidak, maka ia akan tergelincir..terjebak dalam godaan rayuan, dan akhirnya karirnya bisa hancur atau cacat moral.

Cerita yg saya masih inget dari ceramah the climber saat itu, yang membuat tertawa “Ger-geran” adalah pengalaman beliau (Pak Djoko) saat menjadi seorang direktur muda di bank Exim, saat itu beliau menghadapi cobaan wanita. Diceritakan seorang kliennya, seorang wanita muda cantik tsb berkunjung menemui beliau diruang kerja.. dan diruangan itu tertutup dan hanya berdua. Saat itulah si wanita membuka dan mengangkat gaun roknya… dan Wah!!! Lekuk tubuh terlihat jelas,.. Seketika darah muda waktu itu tersirap!.. Namun hati nurani kemudian mencegah untuk menuruti nafsu sesaat dan.. Tutup pakaianmu!!, keluar dari ruangan saya sekarang juga!!! si wanita itu diusirnya. haha.. 🙂 weleh..weleh

Begitulah beliau menceritakan, bahwa semakin tinggi karir seseorang.. semakin besar pula cobaan, dan godaan. Dan diantara godaan yang berat..adalah godaan wanita cantik.

———

7. Hukum
Diceritakan pada saat beliau menjabat direktur BRI, banyak hal-hal terkait bidah hukum yang membelit dirinya. Banyak tekanan dan kepentingan dari pihak pengusaha, dan pihak-paihak yang dekat dengan penguasa saat itu yang mendesak agar diberi kemudahan untuk mendapatkan kredit dsb. Jika beliau saat itu tidak teliti, dan tidak hati-hati… maka penjara dengan mudah akan menjarat.

Diceritakan waktu itu, sebuah perusahaan jepang menandatangi kerjasama dengan BRI, namun..dalam kontrak kerjasama tsb disisipi suatu agenda lain, yaitu memanfaatkan BRI untuk suatu kepentingan bisnis. Untung saat itu pak Djoko teliti, hampir 1 minggu ia dan tim Hukum fokus mempelajari dan meneliti lembar demi lembar draft dokumen kontrak. Jika waktu itu, main tanda tangan saja… wah bisa gawat! banyak pihak yang diuntungkan, sekaligus BRI dirugikan. Dan ketemu dokumen sisipan tsb!

Pak Djoko marah.. saat ketemu dengan tim lawyer dari pengusaha jepang, ia marah besar.. ia lempar dokumen kontrak tsb, ia semprot si pengacara dengan kata-kata pedas. “You are not lawyer but you are lier!!! si pengacara jepang tsb malu bukan kepalang, dan langsung ciut nyalinya.

——


8. Keseimbangan Karir dan Keluarga.

Seorang pendaki karir harus memiliki keseimbangan karir dan keluarga. Ia tidak boleh melulu mementingkan karirnya dan mengorbankan waktu yang berharga untuk keluargannya, istri dan anak-anaknya. Karena bagaimanapun juga tujuan dari kesuksesan suatu karir adalah menjadikan kesejahteraaan keluarga lahir batin, bukan yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: