Archive for September, 2015

Lelaki Tua di Ambang Pintu Kereta

September 29, 2015

Sore menjelang maghrib kamaren, 28 Sept 15. Suasana mendung dilangit jakarta bagian selatan. Aku berjalan menyusuri jalanan menuju setasiun.. sesampai disetasiun pas berbarengan dengan kedatangan kereta menuju Bogor.

Perhatian..perhatian ! Kereta 8 gerbong menuju Bogor segerang datang, mohon penumpang untuk menunggu dibalakang garis kuning.. jaga keselamatan dan dahulukan penumpang yang turun..!

Kuberlari mengejar kereta, kemudian melewati gerbong khusus wanita menuju gerbong umum. Segera ku melompat ke Gerbong, tepat sebelum masinis menutup pintu gerbong. Alhamdulillah.. suasana kereta cukup lengang, tumben.. biasanya crowded.

Ku asik bergelayut digantungan gerbon, dengan pikiran entah kemana.. mata terpejam, hari ini kerja cukup melelahkan jadi susana kereta dengan AC sejuk cukup membuat kepala mengantuk.

Setasiun Lenteng agung..lenteng Agung! pengeras suara gerbong berbunyi. Saat itu aku, tersadar dari kantuk, dan mata menyapu ke sekeliling.

Pandanganku terhenti di ujung ambang pintu kereta. Seorang tua tampak bergelayut digantungan, berdesakan dengan penumpang lainnya. Lelaki itu berpostur tinggi, rambut tampak sebagian memutih, tampak kurus, berkacamata.. dan kaki bersandal. Ia tampak memejamkan mata.

Namun… Subhanalloh!! aku tersadar.. kuperhatikan, ternyata jari2 lelaki itu tampak bergerak menghitung buku-buku ruas jarinya… , dengan mulut bergerak-gerak merapal kalimat-kalimat yang samar tak terdengar karena ditimpa derunya suara mesin kereta.

Ternyata Ia sedang asyik berdzikir!.. entah apa yang ia ucapkan, mungkin istighfar.. mungkin tasbih, tahmid atau tahlil. atau ia tengah memanjatkan doa..doa.

Sungguh, ditengah keramaian ternyata masih ada manusia yang ingat kepada-NYa. ya, lelaki tua itu…

Lelaki tua itu terus tampak menikmati dzikirnya..sampai ia turun dari kereta di stasiun UI, kemudian melangkah entah kemana..

———
A worthy lesson from ahlu dizkri, thank God.

Advertisements

Khutbah Jumat 25-09-15

September 25, 2015

Inti Khotbah:
– Nabi Ibrahim sebagai figur yang perlu dicontoh dalam membangun Rumah Tangga.

– Nabi Ibrahim memiliki keyakinan yang luar biasa terhadap pertolongan Tuhan, sehingga ia meninggalkan anak istrinya di tengah lembah tepi padang pasir (kemudian menjadi lokasi ka’bah berada).

– Nabi Ibrahim adalah orang yang gemar berkurban, pernah bernadzar (yang diucap sebelum punya anak)..bahwa anakpun siap dikurbankan jika Tuhan menghendaki. Saat anaknya (Ismail) tumbuh remaja, Tuhan mengingatkan nadzar tersebut melalui mimpi beberapa kali. Ibrahim dengan tauhid yang kuat.. ia berencana dan bersiap kurbankan Ismail.. Namun sifat dengan Rahman-Rahim-Nya, Tuhan mengutus malaikat untuk menggantikan Ismail dengan Seekor kambing gibas. Ismail tidak jadi dikurbankan (disembelih untuk kurban). Ternyata itu hanyalah ujian untuk nabi Ibrahim semata.

– Nabi Ibrahim seorang futurolog, ia berdoa..agar padang gersang lembah mekah itu menjadi negeri yang aman, dan penuh dengan rizki dan buah-buahan. Kenyataan sekarang: kota mekah tidak kekurangan makanan dan buah-buahan, walaupun jutaan orang berada berziarah disana setiap saat apalagi pada saat musim haji.

Ayah – Novel Andrea Hirata

September 25, 2015

Malam-malam ku baca novel Ayah, Andrea Hirata.

Baru kali ini aku sengaja membeli novel hirata si penulis laskar pelangi itu yang sudah mendunia. Ku baca satu persatu kalimat dari bab depan.. terus berurut sampai ke tengah buku, Kemudian scaning sekilas sampai akhir halaman buku.

Jujur setelah membaca novel tsb, bung Andrea memang novelis sejati.. kalimat demi kalimat tersusun puitis seperti sayap-sayap burung, alur tulisan peristiwa dan penggambaran karekter menumbuhkan imajinasi ke alam cerita.

Sabari (tokoh lugu, menyukai dan mencintai Marlena sejak akhir bangku SMP, jago puisi, nilai bahasa indonesia selalu diatas 9, pantang menyerah mengejar cintanya)

Marlena (perempuan mandiri, tegas, penyuka tantangan, pemberontak, suka kebebasan).
.. Sabari akhirnya berhasil menikahi Marlena, namun pernikahannya hanya bertahan beberapa tahun, kemudian Marlena meninggalkannya.

Markoni (Ayah Marlena, lelaki yang gagal sekolah), juragan percetakan Batako.

Zorro ( Anak Sabari dan Marlena, bocah lucu.. tumbuh besar dijalanan). Ia begitu dicintai oleh Sabari. Zorro adalah anak ajaibnya. Ia tinggal bersama ayahnya setelah ayah-ibunya bercerai,sampai umur 3 tahunan, kemudian diambil oleh ibunya kembali yang menikah dengan orang lain.

Zuraida (teman marlena, sahabat pena)

Ayah Saberi, lelaki pensiunan Guru SD Bahasa Indonesia, kegemarannya mendengar radio, dan mengutak-atik antena untuk mencari sinyal yang dirasa lebih bagus.

Ukup, teman Saberi.

….
Inti cerita menggambarkan tokoh ayah..hubungan dengan anaknya, tokoh inti : sabari, lelaki lugu yang pantang menyerah mengejar cintanya..tapi berakhir merana.

Inti pesan novel ini.. masih abstrak. Kesan novel ini hanya menggambarkan kisah suatu kisah nyata yang kemudian di fiksikan ke dalam novel.

Gaya bahasa penyampaian dan alur cerita.. bagus.

———
Pelajaran yang bisa diambil dari novel ini adalah:
1. Cinta tak selalu berujung bersatu dan bahagia.
2. Ada tipe lelaki tulus.. yang memiliki satu cinta.
3. Gaya bahasa penyampaian yang sangat bagus, dengan puisi-puisinya yang membangkitkan angan romansa.

Mochtar Riady – Oto Biografi

September 23, 2015

Minggu lalu, tgl 20 Sept berkunjung dan membeli buku di Gramedia. Buku yang saya beli adalah Oto Biografi Mochtar Riady, berwarna merah. Satu paket, ada 2 buku… 1 oto biografi dan 1 biografi dari pandangan kolega dan kerabat.

Bapak Mochtar Riady adalah pendiri dan pemilik Grup Lippo. Tau grup Lippo kan? pemilik Lippo karawaci dan Lippo Cikarang.. wuih tanahnya ratusan hektar bro!! mungkin udah ribuan hektar. Pemilik Bank Panin, pemilik bank Lippo dsb, universitas Pelita Harapan dsb.. wah pokoknya salah satu konglomerat di Indonesia.

Buku otobiografi itu saya baca sekaligus dalam satu malam. Isinya sangat bagus.. mulai dari masa kecil yang penuh kesengsaraan, masa muda penuh perjuangan, dan masa tua yang tetap berupaya berkontribusi bagi sesama dan negara.

Dari buku tersebut, saya simpulkan penyebab mengapa beliau sukses dan menjadi salah satu konglomerat yang awet di Indonesia sbb:
1. Bersungguh-sungguh dalam berbisnis, dan mengawali dari bisnis kecil, dari Nol.
Ia mengawali bisnis toko penjualan, aksesoris dan reparasi sepeda. Saat mulai merintis bisnisnya ia melakukan riset.. berkeliling pulau jawa selama 6 bulan, dari toko ke toko, dari kota ke kota hanya ingin mengetahui tentang bisnis tersebut dan dari mana barang-barang itu diperoleh.

2. Memiliki banyak relasi.
Kunci suksesnya adalah menjalin banyak relasi. Berawal menemui dan menjalin relasi dengan orang-orang/tokoh berpengaruh tiong hoa di Jakarta, sampai menjalin relasi dengan para pejabat di Amerika Srikat sejak tahun 80’an, termasuk Bill Clinton yang kemudian di tahun 90an menjadi Presiden AS.

3. Memegang teguh Trust
Dalam bisnis, modal utamanya adalah kepercayaan. Maka beliau berusaha terus untuk menjadi orang yang dipercaya mitra bisnisnya.

4. Berani Melangkah/mengembangkan dari satu bisnis ke bisnis yang berbeda
Dari merintis bisnis penjualan sepeda, ke bisnis kapal angkut barang, berkembang merintis bisnis perbankan. dan terus berkembang.. menjadi developer sampai sekarang.


5. Berkontribusi positif dalam bidang sosial, pendidikan dan kemasyarakatan

Tak hanya bidang bisnis, namun beliau juga berkontribusi dalam bidang pendidikan. Pendidikan adalah salah satu concern beliau. Mulai dari menjadi Ketua Majelis Wali AManat Universitas Indonesia, Mendirikan Universitas Pelita Harapan, Menyumbang dana pendidikan ke Universitas Singapore dan mendirikan rumah sakit Siloam dsb.


6. Pantang menyerah dan memiliki mental kuat

Dalam merintis dan menjalankan bisnisnya ternyata tidak semulus dan segebyar apa yang terlihat kini. Bisnis yang beliau rintis awal mulanya ternyata banyak yang gagal dan bangkrut gulung tikar. Namun, mentalnya tetap kuat terjaga, dengan keyakinan untuk terus untuk berhasil berbisnis.

Adalah kisah dimasa mudanya, ketika beliau sejak kecil bermimpi menjadi pegawai bank.. dimana kantor bank saat itu dijaman hindia belanda adalah bangunan yang megah, dan orang-orang yang berpakaian rapi bekerja didalamnya. Ternyata, ketertarikan masa kecil itu terus tumbuh saat menjadi dewasa dan sudah menjadi pengusaha. Ketika ada suatu bank yang dalam kondisi keuangan yang hampir bangkrut dan pemilik bank tsb menawarkan kepada orang-orang untuk membeli bank tsb, maka ia tangkap peluang itu dengan membeli sebagaian besar saham bank tersebut. Dikarenakan beliau tidak memiliki pengalaman diperbankan, walaupun ia pemegang saham, namun berinisiatif dengan tujuan untuk memahami bisnis perbankan dengan mengajukan diri untuk turut bekerja dibank tsb dari level bawah. Dari orang yang sama-sekali ga mengerti akunting.. tidak tau jurnal, debit kredit.. namun dengan kegigihannya terus belajar sambil bekerja, ia akhirnya menjadi piawai menganalisa laporan keuangan.

Demikian semetara yang saya catat.

You Are a Leader

September 23, 2015

Kemarin tgl 22 Sept, dari jam 13.30 s/d 16.00, sebuah seminar tentang pemberdayaan manusia di selenggarkan di perusahaan tempatku bekerja. Judulnya You are a Leader… langsung dibawakan oleh Ivan Pradiansyah, seorang praktisi motivator sekaligus pengarang buku You are a leader tersebut. Saya buru-buru ndaftar seminar tsb dari minggu lalu sebab seat ruangan terbatas.

Pada awal-awal seminar, ketika saya melihat sosok bapak Ivan pradiansyah… dalam hati saya terucap “ah kelihatan biasa-biasa aja”. Pria umur 45 an keatas, dengan kacamata, postur sedang. Namun saat beliau mulai berbicara… wow!! keren!! cara penyampaian, dan komunikasi dengan audien sangat bagus! Suasana jadi hidup dan banyak tertawa dengan keterlibatan positif audien.

Seminar tersebut, membahas apa itu arti Pemimpin, dan Ciri Pemimpin, dan bagaimana kita menjadi pemimpin. Pada awal seminar peserta disuruh menunjuk dengan jari.. orang terdekat yang dianggap pemimpin di ruangan seminar tersebut, atau menunjuk ke pintu.. jika orang yang dianggap pemimpin ada diluar ruangan sana. wah.. suasana jadi rame, ada yang nunjuk pintu, nunjuk temannya, namun terlihat sedikit yang menunjuk diri sendiri, kalau ga salah hanya 1, 2 orang.

Dan pak Ivan mengatakan ” bagaimana mungkin mau menjadi pemimpin, sedangkan diri sendiri menunjuk orang lain? tidak percaya pada diri sendiri?? wah.. ternyata kebanyakan cara pandang kita yang salah!!! beliau mengatakan ” pemimpin terdekat dari diri Anda, ya Anda sendiri, bukan orang lain”. Sungguh suatu kalimat yang menyadarkan… mengapa kita selama ini gagal memimpin, ya karena kita sendiri tidak menganggap diri kita itu pemimpin.

Kemudian Pak Ivan menyebutkan 8 ciri- ciri/perilaku pemimpin sebegai berikut:
1. Be Responsible
Seorang leader harus 100% responsible terhadap apapun yang terjadi dalam hidup dan pekerjaannya. Menganalogikan dengan jari telunjuk yang menunjuk diri sendiri, dimana jari telunjuk yang mengarah ke dalam bukan ke luar. Ciri-ciri yang selalu menunjuk jari ke luar biasanya dilakukan oleh anak-anak kecil yang belum dewasa, karena kebelumdewasaanya tersebut ia selalu menyalahkan orang lain. Seorang pemimpin, tidak boleh menyalahkan orang diluar dirinya (walaupun kenyataan orang tsb berbuat salah) tetapi ia mengambil alih tanggungjawab, introspeksi untuk dilakukan tindakan perbaikan. Ia akan menggunakan sering menggunakan pola pikir WHAT dan HOW, apa yang terjadi dan bagaimana mencari solusinya?

2. Be Oriented
Seorang pemimpin harus memiliki oreientasi/tujuan/target yang jelas. Ia memiliki tujuan yang jelas, memiliki terget- target yang jelas, baik untuk diri sendiri maupun untuk korporasi/institusi yang dipimpinnya.

3. Immediate Action
Seorang pemimpin harus bergerak/bertindak cepat. Ia akan memperpendek waktu kapan tahu dan kapan mensikapi hal tersebut. Misal Anda merasa kurang enak badan/sakit, actionnya pergi ke dokter. Jarak antara mengetahui rasa sakit dan aksi ke dokter disebut waktu aksi. Semakin cepat waktu aksi, semakin cepat kita menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

4. Do Only Important Thing
Pemimpin adalah orang yang mengerjakan hal-hal penting. Ia menghindari bergosip, marah-marah, atau sering mengeluh. Apa yang dilakukannya adalah hal penting, bercandapun tentang hal penting.. misal penting untuk mencairkan suasana. Segala sesuatu yang tidak penting bagi tujuan/target dirinya, ia singkirkan.

5. Has “Can Do” Mentality
Seorang pemimpin, selalu mengatakan BISA dalam segala hal yang menjadi tugasnya. Ia pantang berkata TIDAK BISA. Karena menurut penelitian, kata-kata yang terucap itu sangat berpengaruh terhadap action yang dilakukannya. kalau kita berkata BISA, hasilnyapun BISA.

6. Using Influence Not Power
Pemimpin yang berhasil, dalam mengendalikan anak buahnya biasanya menggunakan pengaruh bukan power/kekuatan wewenang.

7. Care
Pemimpin adalah orang yang perduli terhadap anak buah.

8. Be A Role Model
Seorang Pemimpin akan selalu berusaha membuat contoh baik bagi anak buahnya. Contoh kecil: Ia terlebih dahulu datang tepat waktu secara konsisten sebelum mengajak anak buahnya berdisiplin datang tepat waktu.

Demikian, sementara dicatat.

Ilmu Kaji Diri

September 15, 2015

Mengkaji diri atau mengevaluasi (mengintrospeksi) terhadap diri kita atas apa yang kita lakukan selama perjalanan hidup, adalah sesuatu hal yang sangat penting dilakukan seseorang untuk memperbaiki dirinya untuk bertindak lebih baik kedepannya.

Ilmu Kaji Diri Pertama
Hal tersebut menarik, dimana saya kira-kira 4 tahun silam sedang makan di warung makan depan kost. datanglah seorang bapak2 ikut makan diwarung tersebut. Ngobrol-ngobrol singkat.. dari penampilannya bapak itu umur 40-an, masih muda dan kelihatan terpelajar.

Ada suatu kalimat yang meluncur dari bapak tersebut yang masih saya ingat sampai sekarang yaitu : Sebenarnya yang paling susah dalam hidup adalah bisa mengamalkan ilmu kaji diri.. sementara kebanyakan orang lebih sering mengkaji (ngomongin) orang lain dibanding diri sendiri. Kalau kita bisa mengkaji diri..pastinya hidup kita akan menjadi lebih baik” demikian si bapak bertutur.

Sungguh suatu kalimat yang mencerahkan dari bapak2 miterius itu, yang saat itu saya belum sempat mengetahui namanya,dan dari mana asalnya, namun sudah keburu pergi meninggalkan warung itu.

Ilmu kaji diri yang kedua, saya dapatkan saat mengikuti ceramah bedah buku 10 ways to be peak leader 2 tahun yang lalu..kira2 tahun 2013 awal, langsung oleh pengarangnya Pak Djoko Santoso Mulyono, mantan Dirut BRI tahun 90-an. orangnya masih gagah dan lantang berbicara..pada usia 73 tahun saat itu. Beliau bercerita bahwa Ayahnya memiliki kebiasaan sebelum tidur..komat-kamit, nguda rasa, mengingat apa yang telah dilakukannya selama sehari itu..kemudian mengintrospeksi hal-hal yang perlu diperbaiki. Ia kagum dengan kebiasaan ayahnya tersebut, yang ia sendiri sering melupakan hal tersebut. Itu namanya ilmu kaji diri. Mungkin hasil ilmu kaji diri itulah, Ayah Pak Djoko tersebut mampu mendidik anak-anaknya dengan baik sehingga ada yang jadi jenderal dan ada yang jadi CEO Bank BUMN.

Demikian pula bapak Mario Teguh, motivator yang kata-katanya sejuk..dalam ceramahnya di youtube, bahwa ia selalu mengkaji atas perbuatan yang dilakukannya seharian untuk dilakukan introspeksi dan perbaikan.

Motivator lain, Tung Desem dalam sebuah wawancara di majalah yang pernah saya baca juga memiliki kebiasaan sebelum tidur mengingat ulang apa yang ia lakukan sepanjang hari..dari mulai bangun tidur sampai saat mau tidur tersebut.

Demikianlah, beberapa orang terkenal mempraktekan ilmu kaji diri, mungkin telah ada banyak orang yang telah melakukannya.. namun jumlah tersebut masih sangat sedikit dibanding keselurahan populasi orang yang ada.

Sekali lagi..ilmu kaji diri… dimana dalam kitab sucipun banyak diulas tentang pentingnya kaji diri, atau istilah lainnya adalah Muhasabah.

Kalau diteliti lebih lanjut, Ilmu kaji diri adalah bagian dari ilmu mengenal diri dan lingkungan, suatu salah ilmu terpenting yang harus dikuasi dalam menjalani kehidupan ini.

Teringat kata-kata bijak “Siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya
Mari menyediakan waktu barang beberapa saat sebelum tidur malam untuk kita belajar mengkaji diri…Saya sendiri sedang belajar untuk itu.

Semoga hari esok akan lebih baik.

Menjadi Profesional

September 14, 2015

Pagi ini, jam 08.15 WIB mengikuti meeting mingguan Corporate Culture. Adapun tema yang dibahas adalah tentang Profesionalism di dunia kerja. Pembicaranya adalah seorang senior engineer yang puluhan tahun kerja di Chevron, kemudian ke BP Migas, dan terakhir ke Perusahaan tempatku bekerja. Bpk.Hidayat Jusuf.

Point-point seorang profesional:
1. On time, tepat janji. Usahakan datang 15 menit sebelum meeting di mulai. Good preparation.

2. Doing excellent in work. Lakukan yang terbaik. Do something better, ada inovasi.

3. Support your boss. “Good staff has ability to keep the boss out of trouble

4. Do what you say, dan Say what you do.

5. Keep Humble. Respect and appreciate the staff and Boss.

6. Have work life balance. Gunakan waktu kerja seefektif mungkin,berusaha tidak ada pekerjaan yang tertunda atau menumpuk sehingga waktu libur benar-benar dapat digunakan untuk istirahat/libur bersama keluarga, rekreasi, traveling atau menyalurkan hoby positif.

7. Keep good attitude, ethics, and hold Code of Conduct.

8. Easy to say thank you and sorry.

9. a professional is a good coach for his staff/team.

10. Proper in clothing, memakai pakaian yang rapih sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat.

Sebenarnya masih banyak bahan presentasi yang beliau sampaikan, namun baru hal diatas yang sekarang teringat untuk dicatat kembali.

Soekarno Vs Jokowi

September 7, 2015

The first Indonesia president, Ir.Soekarno, is a great man. The seventh President, Mr.Jokowi, is also a great man. Here are the comparison between them.

Soekarno vs Jokowi

According my opinion, Jokowi has thinking way likes Soekarno, He sees Indonesian people as whole without discrimination in race or religion. He sees the unity of Indonesia as priority.

Doa Bagus

September 4, 2015

Ini ada doa bagus. Idhul Adha sudah menjelang, nah.. Kebetulan sore ini saya baru saja saya dikasih sebuah buku tipis tetang Fikih Qurban dari Bosku di kantor. Buku Fikih qurban terbitan yayasan Al Manar. Yang membuat menarik dari buku tersebut, selain membahasa fiqih dan tata cara berkurban secara ringkas.. dibagian halaman akhir terdapat catatan tentang sebuah doa. Ini sungguh menarik.. setelah saya lihat dan baca, ternyata doa tersebut isinya suatu permohonan yang sangat bagus.. dan sungguh saya baru ngeehh atas doa ini dan belum pernah sekalipun mengucapkannya.

Doa tsb sbg berikut:
Dikutip dari kitab Riyadus Sholihin:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK” [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739)

Semoga kita bisa mengamalkan doa tsb, supaya segala nikmat dan anugerah Tuhan senantiasa tetap terjaga, selalu dalam keadaan sehat, dan terhidar dari musibah mendadak serta terhindar dari perbuatan-perbuatan yang menjadikan sebab kemurkaan-Nya. Aamiin..

Sertifikasi CPMA – Indonesia Lead to CEO

September 3, 2015

Adalah suatu keunggulan apabila seorang akuntan benar-benar menguasai kelimuannya di bidang akuntansi manajemen apalagi jika ia berhasil menemukan inovasi-inovasi yang berkontribusi pada akurasi, efesiensi cost, dan efektivitas pencapaian target Perusahaan.

Untuk menjadi akuntan manajemen yang handal, tentunya diperlukan kesungguhan dalam belajar dan berlatih, logika yang terus diasah dan pengalaman yang cukup.

Salah satu media pembelajaran untuk mengasah kemampuan menjadi akuntan manajemen yang handal tersebut, salah satu syaratnya adalah dengan lulus sertifikasi akuntan manajemen (Certified Professional Management Accountant/CPMA) yang diselengarakan oleh organisasi IAMI. Dengan lolos ujian sertifikasi tersebut, menjadi dasar formal bagi terujinya kompetensi di bidang akuntansi manajemen.

Akuntan manajemen yang handal akan sangat dibutuhkan oleh Perusahaan, keahliannya dibidang Corporate Governance, analisa biaya dan perhitungan akunting dapat menjadikan ia sangat dibutuhkan perusahaan dan menjadi key Person. Ia memegang rahasia perusahaan dikarenakan ia yang mendesain budget, perhitungan-perhitungan cost benefit, and alur informasi manajemen. Dikarenakan keahlian tersebut, seorang akuntan menajemen memiliki nilai tambah dan memungkinkan dirinya menjadi orang nomer satu di bidang akunting atau keuangan (Akunting Manajer, Finance Manajer, Vice President Finance & Accounting, VP Corporate Planning, GM Corporate Finance dll). Bahkan seorang akuntan manajemen yang CPMA diantaranya mampu menjadi CEO yang mengendalikan seluruh jalannya perusahaan.

Berikut adalah contoh nama-nama lulusan CPMA yang berhasil menduduki posisi strategis di beberapa Perusahaan:
1. Tris Sudarto – CEO PT Kliring Berjangka Indonesia. Lulus periode Ujian Angkatan II, Juni 2007.

2. Suldja Hartono – Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim. Lulus Angkatan III, Nov 2007.

3. Sahat Parlindungan Simarmata – VP Accounting PGN. Lulus angkatan IX, Nov 2010.

4. dan lain-lainnya.. masih banyak lagi.

Tentunya untuk menempati posisi strategis, disamping keahlian utama akuntan manajemen, kemampuan komunikasi, dan leadership yang baik perlu terus diasah.