Archive for January, 2015

Bob Sadino.. sebuah kenangan.

January 21, 2015

Inalilahi wa innailahi rojiun..Hari kamarin Bob Sadino meninggal (tgl 20-01-15). Bob Sadino adalah tokoh yang nyentrik, fonumenal.. Beliau adalah orang yang praktis, tidak suka teori..tetapi langsung praktek. Sejak dulu, entah mengapa saya suka sekali kalau nonton Bob Sadino saat tampil di TV. Bisanya tentang dialog kewirausahaan. Kata-kata yang beliau lontarkan itu tajam, kadang-kadang urakan, tetapi lugas dan mengena.
Tokoh yang sejak mudanya pekerja keras dan pantang menyerah. Sejak usia 19 tahun merantau ke belanda, kemudian ke Jerman. Setelah 9 thn lamanya, kemudian pulang ke tanah air.

Hal-hal positif dari Bob Sadino:
1. Mental pemberani dan nekat
Banyangin aja.. pada saat anak muda umur 19thn aja, dan hanya lulusan SMA tetapi berani merantau ke Belanda, dan Jerman.
Beliau tak ambil pusing dengan bahasa, dan tak perlu ambil kuliah bahasa belanda dulu, terjun langsung ke Masyarakat Belanda dan Jerman.

2. Punya Integritas dan brand (ciri khas) tak tergoyahkan

Kebiasaan bekerja di lapangan.. berkebun dan berternak, menjadikan celana pendek sebagai pakaian yang dianggap praktis. Celana pendek inilah yang kekeh ia pertahankan dan dia gunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa pandang berhadapan dengan siapapun.

Bayangin aja.. siapa tak kenal Presiden Soeharto di tahun 80’an, wuih..lagi jaya-jaya dan sangat disegani oleh siapapun termasuk pejabat dari luar negeri, tetapi dihadapan beliau itu..pada saat presiden berkunjung ke perkebunan miliknya, Bob Sadino tetap menyambut kedatangan presiden dengan memakai pakai celana pendek!!! Uuedan kan???

Pada saat itu, dikebun Bob Sadino sedang panen jagung manis, suatu varietas jagung yang baru pertama ada di Indonesia saat itu. Pak Bob kasih contoh ke pak Harto cara memakan jagung manis, yang enaknya dimakan mentah. Bob kupas jagung manis, ia patahkan batang jagung jadi dua.. 1 ia pegang dengan tangan kanan, dan satunya lagi ia berikan ke pak Harto dengan tangan kiri…
… (ni kejadian luar biasa banget), bersikap begitu sama Pak Harto gitu loch.. dimana pada saat itu tak seorangpun berani bersikap sembarangan di hadapan sang penguasa Orba itu.
Tetapi Pak Harto ternyata tidak apa-apa.. tidak tersinggung, dan tidak marah, justru beliau tertawa dan bangga dengan Pak Bob yang ikut memajukan pertanian Indonesia dengan berbagai trobosan2nya itu.

3. Sejak muda memiliki relasi yang luas.
Relasinya banyak, mulai dari para diplomat, expatriat, para akademisi, artis2 dan termasuk para pejabat militer di Indonesia. Hal ini menandakan pak Bob pandai bergaul.

4. Seorang Pekarja Keras dan pembelajar (learning by doing)
Tanggung jawab menghidupi keluarga, mulai dari kuli bangunan sampai jadi sopir ia jalani. Kemudian ia beternak ayam negeri.. dan menjadi suplier telor dan daging ayam ke para expatriat. Kemudian membuka kebun sayur dan hidroponik. Kedua usaha ini akhirnya sukses.
Salah satu kunci suksesnya dalam usahanya adalah banyak bertanya kepada para ahlinya, dan praktek langsung.

5. Mau membagi ilmu dan pengalaman
Ini yang luar biasa. Pak Bob mau membagi ilmu suksesnya ke siapapun. Karena itulah ia sering sekali diundang ke acara-acara dialog/seminar ke wirausahaan.

Satu hal yang menyentuh… adalah ternyata dibalik sifatnya yang terkesan urakan, ada satu hal yang yang membuat Bob Sadino tunduk dan patuh dalam hal tatakrama berpakaian yaitu mau memakai sarung atau celana panjang.. yaitu saat beliau menjalankan ibadah shalat… Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aa fihi wa’fu ‘anhu… aamiin.

Referensi:
– Majalah trubus Jadul tahun 90’an(saat kunjungan Presiden Soeharto ke kebun Bob Sadino)
– Buku biografi Bob Sadino.
– Youtube, kunjungan nunung & Aziz ke Rumah Bob Sadini tahun 2013.
– Youtube, saat Syahrini ke rumah bob Sadino tahun 2013.

Derajat Mencintai Rosul

January 16, 2015

Menyimak khutbah Jumat tgl 16-01-15 di salah satu masjid.
Diantara rasa kantuk yang berat… aku tidur terduduk. Suara khotib terdengar lamat-lamat dan diantaranya lenyap menghilang.
Pada saat itulah, sesaat kesadaranku terjaga dan mendengar…

Moment bulan maulud ini, hendaknya kita introspeksi diri sejauh mana mengenal Rosul kita.. Nabi Muhammad S.A.W.
Sejauh mana rasa kita kepada Nabi. Apakah kita memiliki rasa cinta kepadanya? Sahabat Umar RA pernah mengungkapkan rasa beliau langsung dihadapan Nabi.
Umar berkata: Ya Rasul, aku mencintaimu.
Rasululloh: sejauh apa engkau mencintaku, wahai Umar?
Umar menjawab: aku mencintaimu seperti mencintai diriku sendiri.
Rosululloh: Tidak seorangpun kalian beriman, sampai Aku lebih dicintai dari jiwa mereka sendiri .*
Demikian kalimat yang saya dengar saat terjaga itu.
Pada penutupan khutbah, khotib mengajurkan kepada jamaah agar belajar mencintai Nabi SAW, dengan menghayati sirah-nya dan giat mengamalkan sunah-sunahnya.

*kalimat yg dikatakan khotib tsb tentang kecintaan Umar RA kepada Rasululloh, setelah saya lancak dari berbagi sumber ternyata tercatat sebagai Hadits Shahih Bukhari Muslim.

Pertanyaan: Apakah kita sudah benar-benar memiliki rasa cinta kepada Rosulullah SAW. Sudah atau belum??? Coba rasakan dalam hatimu.
Jika belum..barangkali kadar keimanan kita patut dipertanyakan.

Seorang Saksi Peristiwa Malari 78

January 12, 2015

Malam selasa tgl 5 Januari 15, aku pulang ke jakarta naik bus malam dan duduk dibangku deretan akhir. Pada kesempatan itu aku berkenalan dengan seorang bapak2 usia 60 han.
Dia tanya ke aku.. Sudah berapa lama kerja di Jakarta Mas?
Dan kujawab kapan pertama kali aku merantau ke JKt.
Pak Tua: dia cerita masa mudanya prnah berkelana dan bekerja di Jakarta dari tahun 1971 s/d 1978. Ia berdagang kambing, supply kambing dari kampung kemudian di bawa ke Jakarta. Hampir setiap sudut jakarta pernah ia jelajahi.
Pada saat peristiwa Malari dan terbakarnya pasar senin tahun 1978, ia bercerita: saya ada disekitar situ mas! Saya masih terngiang orasinya Hariman Sireger yang menggelora… membakar emosi masa mahasiswa.
Aku: oo.. bapak ini tau banyak dunia kampus, mungkin dia mahasiswa dulunya (gumamku dalam hati).
Pak Tua: Setelah peristiwa itu, saya pulang kampung dan diterima sebagai PNS dan mengabdi sebagai guru di sebuah SMP sampai pensiun tahun 2011.
Ia juga bercerita..Pada tahun1992..saat meniggalnya bu Tien Soeharto, ia ada diJakarta. Tepatnya di jalan cut Mutia.. sedang supply kambing untuk kompleks yang dihuni jenderal-Jenderal. Ada peristiwa dibalik peristiwa yang terjadi saat itu ..katanya.
Namun perbincanganku dengan bapak tua itu akhirnya terhenti. Karena ia berganti tempat duduk sesuai urutan aturan kodektur.

Hikmah: bapak tua itu dan dia saksi sejarah pergerakan mahasiswa..meskipun berstatus Guru PNS, Beliau masih menyempatkan berbisnis disaat waktu senggangnya.. luar biasa!!!

Pentingnya Sebuah Perencanaan dan Muhasabah Pada Awal dan Akhir Tahun.

January 9, 2015

Menuliskan kembali dari apa yang didengar dari khutbah Jumat tgl 09 Jan 15 di salah satu Masjid di Kalibata. Khotib-nya bagus, penyampaiannya tenang dan dalam. Beliau menyampaikan pentingnya perencanaan dan muhasabah tahunan bagi umat muslim.
Beliau mengutip sebuah ayat…. (maaf terlupa).
Dari ayat tsb beliau jabarkan bahwa sebenarnya perencanaan dan muhasabah adalah mutlak bagi seorang muslim yang menginginkan terus bertumbuh dalam kesejahteraan hidupnya lahir dan batin.
Kita mengenal perencaanan dalam suatu organisasi, seperti tingkat nasional ada: BAPENAS, didarerah ada BEPEDA, dan diperusahaan-perusahaan terdapat bagian Strategi dan Perencanaan. Namun kerapkali kita lupa sebagai individu untuk membuat perencanaan sebagaimana organisasi tersebut. Padahal perencaan setiap individu adalah dianjurkan dalam agama. Yang dimaksud perencanann yang perlu dilakukan adalah sbb:
1. Perencanaan Ilmu
 Pada awal tahun kita membuat perencanaan, dan pada akhir tahun, hendaknya kita bertanya pada diri sendiri apakah ilmu kita sudah bertambah? Atau jangan-jangan hanya terhenti itu-itu saja. Pertumbuhan ilmu penting untuk mengatasi masalah kehidupan. Kehidupan jaman yang kompleks membutuhkan keluasan ilmu untuk mengaturnya dan mencari solusi dari maslah yang ada.
sudah berapa buku dalam setahun yang kita baca?
Sudah berapa ayat Quran dalam setahun yang kita hafal dan kita pahami?

2. Perencanaan Amal
 Pada awal tahun kita membuat perencanaan, dan pada akhir tahun, hendaknya kita bertanya pada diri sendiri apakah amal kita sudah bertambah? Atau jangan-jangan hanya beramal seputar itu-itu saja.
sudah berapa kali Tahajud dalam setahun yang kita lakukan?
 sudah berapa kali shaum sunah dan sedeqah dalam setahun yang kita lakukan?

3. Perencanaan Ekonomi
Pada awal tahun kita membuat perencanaan, dan pada akhir tahun, hendaknya kita bertanya pada diri sendiri apakah amal kita sudah bertambah? Atau jangan-jangan hanya beramal seputar itu-itu saja.
Umat muslim seharunya belajar secara benar dari sejarah bahwa para sahabat nabi, banyak yang berasal dari orang kaya, seperti sahabat: Usman Ra, Muaz bin Jabal Ra,Abdurahman Bin Auf, Abu Bakar dll… mereka mengorbankan harta –nya untuk perjuangan dan perkembangan Islam.

Kita patut bertanya: apakah penghasilan kita meningkat dalam tahun ini? Apakah ada upaya untuk menambah penghasilan secara halal dan optimal? Padahal kebutuhan hidup sehari-hari semakin meningkat.. karana BBM naik, harga-hara naik, kurs melemah dll.

Kutipan dari sahabat Ali Ra :” Aku merasa rugi jika hariku berlalu tanpa ada ilmuku yang bertambah”.

Demikian pula sahabat ibnu Masud Ra berkata:” Aku merasa rugi jika hari Aku merasa rugi jika hariku berlalu tanpa ada amalku yang bertambah”.

Demikian, semoga kita menjadi orang yang selalu bersiap, matang dalam berencana, dan sigap dalam bertindak… aamiin.

Untuk ustadz khotib Jumat (maaf belum tau namanya)..semoga ilmu terus bertambah dan berkah.. aamiin.