khutbah Jumat 08 Des 2017 – Banggalah sebagai Umat Islam

December 8, 2017

Masjid Ulul Albab,

Point-point Khutbah sbb:
banggalah sebagai umat Islam sebab:
1. Agama Yang Sempurna..diturunkan paling akhir.
2. Kitab AlQuran otentik tidak berubah dari mulai diturunkan.
3. Membawa ajaran kesetaraan manusia (kemuliaan seseorang diukur berdasarkan ketaqwaan bukan dari jumlah Harta/pangkat/Kasta/Rupa dan membawa ajaran keperdulian sosial (ajaran zakat, Waqaf, serta keutamaan memberi makan orang fakir miskin, dan peduli anak yatim).
4. Agama kedamaian dan keselamatan. Rahmatan lil ‘Alamin, seperti:
– Tidak ada paksaan untuk masuk agama Islam.
– Dilarang mencaci agama orang lain
– Agar berdakwah secara bil hikmah (dengan kebijaksanaan) dan contoh yang baik.

Advertisements

Khutbah Jumat Tgl 24 Nov 2017 : Iman itu mirip quota Internet

November 24, 2017

Khotib: Dr. Amir Faisol Fath, Masjid Ulil Albab Kalibata.

Point-point Khutbah:
– Salah satu fadhilah ibadah Jumaatan adalah mengingatkan umat Islam untuk bertaqwa, Itaqulloha haqo tuqotih wala tamutunna illa wantum muslimun... Sungguh beruntung umat Muslim, karena Allah mendisain sebuah metode mingguan untuk mengingatkan umat manusia untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhannya. Dengan sarana ibadah jumaatan (shalat Jumat dan mendengar khotbah) sepekan sekali, diharapkan iman para muslimin menjadi ter-charged ruhaninya kembali sehingga diibaratkan seperti halnya paket internet yang mendapat quota baru, maka komunikasi menjadi lancar. Demikian pula dalam hal ibadah.. media ibadah jumatan, dapat meningkatkan kadar iman dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT, Tuhan semesta alam.

– Selain ibadah jumat, ada ibadah yang lebih pokok yaitu sholat wajib 5 waktu. Ibadah ini juga akan men-charge ruhani keimanan setiap muslim yang mendirikannya. Sholat 5 waktu diibaratkan seperti paket quota inti. Tanpa adanya masukan paket quota inti maka arus data internet menjadi tersendat.

– Yang lebih inti lagi, adalah pernyataan tauhid Syahadat. ini ibarat paket paling dasar..seharga Rp1000, tanpa adanya paket ini, ibarat quota internet habis dan tidak jalan. Ini paket standar minimal.

– Maka dari itu untuk meningkatkan keimanan seperti ibaratnya halnya peningkatan kecepatan data internet dan keluasan kapasitas download, maka jiwa harus sering di-charge/di isi quota baru melalui terlibat dalam peribadahan dasar seperti Shalat 5 waktu, shalat Jumat dan ibadah wajib lainnya,

– Ibaratnya apabila quotanya “hubungan kedekatan dengan sang Pencipta” ingin berlebih, maka keimanan seorang muslim harus sering di-charge dengan sering sholat malam, puasa sunah, rajin mengaji ke Ulama, banyak berdzikir dan tadabur ayat-ayat Allah SWT.

– Jangan sampai dunia melalaikan kita semua, untung umat Islam dikasih piranti ibadah-ibadah ritual waktu tertentu untuk mengingatkan kembali kepada Sang Pencipta, apabila tidak?? sungguh apa jadinya manusia.

– Pada akhir khotbah, Khotib mengingatkan akan kehidupan dunia yang fana dan waktunya pendek, hendaknya setiap muslim menyadarinya, dan mensikapinya dengan banyak beribadah dan beramal sholih.

Khutbah Jumat tgl 17 Nov 2017 : Roja dan Khauf dalam Ibadah

November 22, 2017

Masjid Komplek Hankam Asri, Pondok Rajeg.

Point-point Khutbah:
– Dalam beraktifitas beribadah kepada Allah SWT, hendaknya seorang muslim selalu membawa dua sifat pada jiwanya sehingga ibadahnya dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya.

– Dua sifat yang wajib ada didalam hati/jiwa tersebut adalah sifat Roja (pengharapan) dan sifat Khauf (takut) kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

– Sifat roja, apabila terus dipupuk akan menimbulkan optimisme di dalam jiwa untuk meraih rahmat dan ridho Allah SWT yang begitu luas dengan sebanyak-banyaknya.

– Sifat Khauf, apabila terus digaungkan di dalam hati maka akan menimbulkan sikap kehati-hatian, dan tidak ceroboh atau tidak menggampangkan hukum-hukum Allah SWT sehingga ia akan beribadah dan bersikap dengan hati-hati agar tidak tergelicir kepada perbuatan tercela.

– Dengan menumbuhkan kedua sifat (roja dan khauf) didalam hati, maka peribadahan kita kepada Allah SWT menjadi terasa khusyu, khidmat dan terasa nikmat. InsyaAlloh…

Khutbah Jumat – tgl 10 Nov 2017 : Meneladani Pahlawan Bangsa

November 10, 2017

Point-point khutbah:

Tgl 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan di Indonesia. Di tetapkan sebagai hari pahlawan karena dilatarbelakangi oleh peristiwa pada tgl tersebut di tahun 1945 dimana terjadi pertempuran dahsyat di Surabaya antara para pajuang Indonesia yang kebanyakan adalah dari kalangan kaum santri dengan tentara sekutu, Inggris, yang diboncengi tentara NICA belanda.

Belanda ingin kembali menjajah indonesia setelah kalah perang dengan Jepang. Memanfaatkan moment kekalahan perang jepang setelah di bom sekutu, dengan membonceng tentara Inggris yang melucuti tentara jepang.

Namun para pemuda kaum santri menolak kedatangan Belanda, menyobek bendera belanda dan mengganti dengan bendera MerahPutih sehingga memicu ketegangan dengan pihak sekutu.

Pada masa ketegangan tersebut, dilakukanlah perundingan-perundingan… namun sebuah peristiwa naas terjadi dimana komandan pasukan Inggris, Brigjen Malaby tewas tertembak diatas kendaraanya pada saat sedang melaju berpatroli sehingga memacu kemarahan Inggris dengan melakukan pembersihan dan pengeboman ke kantong-kantong pejuang.

Kaum santri tidak terima, dengan dimotori oleh bung Tomo, dan restu Ulama KH Hasyim Asyhari..mengobarkan semangat jihad ke seluruh antero jawa timur melawan tentara sekutu di surabaya.

Semangat perlawanan santri tersebut atau dengan kata lain disebut Jihad fisabillillah patut dicontoh oleh kaum musliman saat ini, dengan meniru berjihad untuk memperbaiki kondisi umat Islam.

HImbauan khotib: Salah satu bentuk jihad yang sangat dibutuhkan saat ini, adalah jihad terhadap diri sendiri dalam bentuk kesungguhan menuntu ilmu dan mengajarkannya kepada yang lainnya (yang belum tahu). Apabila seluruh umat Islam menerapkannya, hasil dari jihad ini diharapkan akan membentuk karakter umat Islam yang berilmu, skill tinggi dan berakhlakul karimah.

Apabila umat Islam sudah mempunyai taraf pendidikan yang maju, dengan skill yang tinggi dan ahlakul kariman (karakter yang baik) maka akan berkontribusi kepada Islam yang Rahmatan Lil’alamin… menuju Indonesia yang baldatun toyibatun warobul ghofur.

Doa Ringan Hisab

November 10, 2017

Oleh-oleh pengajian Tafsir Juz amma Kamis, 09-11-2017 ba’da shalat dhuhur, Masjid Ulil ALbab Kalibata.

Bagi orang beriman, percaya pada hari akhir/kiamat adalah suatu yang wajib.

Pada hari akhir, setelah tipuan sangkalala kedua, manusia akan dibangkitkan kembali untuk dihisab seluruh amal-amalnya.

Pada hari akhir itulah amal-amal manusia dihisab (diperhitungkan) untuk menentukan ia masuk ke Surga atau Neraka.

Sedemikian dahsyatnya Hari Hisab (yaumul hisab) tersebut sampai-sampai Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar banyak membaca doa meminta keringanan hisab sewaktu masih hidup didunia.

Doanya sebagai berikut:

Robihasibni hisaban yasiraa... Tuhanku, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.


Doa ringkas ini, sangat bagus dibaca setiap selesai shalat sebagai pengingat akan dahsyatnya hari akhir..sekaligus meningkatkan keimanan akan adanya hari akhir dan sebagai upaya untuk mendapat kemudahan apabila kelak mencapai waktunya.

Khutbah Jumat : Instrospeksi Problem Hidup & Pendidikan Keluarga

November 3, 2017

Jumat 03 Nov 2017, Masjid Ulil Albab

Point-Point Khutbah:
– Mengajak kepada para jamaah jumat untuk introspeksi terhadap diri masing-masing, terutama ketika sedang tertimpa masalah/problem hidup.

– hal yang perlu diintrospeksi yang pertama kali adalah: Bagaimana kondisi ketaqwaan dan Keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT? Apakah menurun?? penyebabnya apa? harus segera dicari dan diselesaikan.

– Kemudian introspeksi kedua adalah kondisi keikhlasan dalam hal ibadah muamalah dengan orang-orang terdekat (orang tua, istri/suami, anak)… apakah intensitasnya menurun?? penyebabnya apa? harus segera dicari dan diselesaikan.

– Khotib menganjurkan khususnya kepada para muslimin kepala keluarga, agar ditengah kesibukan mencari nafkah, hendaknya meluangkan diri untuk belajar/menuntut ilmu atau menghadiri majelis-majelis Ilmu/mengunjungi Ulama…minimal seminggu sekali, agar dirinya senantiasa ternaungi dengan kesejukan iman/agama.

– Khotib, mengajurkan dalam membina keharmonisan keluarga, selain seperti halnya kegiatan kumpul keluarga/jalan..jalan dan wisata kuliner bersama keluarga setiap weekend, perlu juga mengajak keluarga untuk kumpul bersama menghadiri majelis ilmu setiap weekend…agar selain kesenangan dunia yang didapat, ketenangan jiwa dan kebahagiaan ukhrowi juga didapat.

– Ajaklah keluarga bersama-sama menghadiri majelis ilmu/ulama..setelah itu bolehlah dilanjut dengan jalan-jalan atau berwisata..dsb.

Khutbah Jumat – Kiat Sukses Dunia Akhirat

October 27, 2017

Khutbah Jumat – Kiat Sukses Dunia Akhirat

Masjid UlulAlbab, Kalibata. Khotib: Dr.Muchlish Abdul Karim.

Inti Khutbah:
Pada hakekatnya setiap manusia menginginkan hidupnya bahagia, dan semua cita-citanya tercapai (sukses dunia akherat).

Al Quran memberi solusi bagi mereka yang menginginkan sukses dunia akherat dan terkabul segala hajatnya.

Kiatnya adalah:
1. Banyak Memberi (bersedeqah)
2. Bertaqwa

Gadis Pirang Pembaca AL Quran

October 18, 2017

Pagi ini kereta KRL Bogor -jakarta cukup dipadati oleh penumpang, seperti biasa aku berdiri disamping deket pintu. Saat itulah aku menemukan pemandangan yang tidak seperti biasa.

Seorang gadis berbaju kotak-kotak biru tua, rambut pirang sebahu tergarai sedang sibuk memandangi gadgetnya. Ia tampak terfokus membaca sesuatu.

Aku, yang saat itu berada disamping belakangnya iseng mencuri pandang ke layar gadget yang ia pegang.

Ternyata???? ia sedang serius membaca Al Quran. Subhanalloh..!!!

Sungguh tak terduga!??? gadis itu tidak berjilbab, namun ia serius membaca AL Quran dan terjemahnya.

Intinya: Dont Judge the book by its cover,!!

Memang yang paling baik sih yang covernya bagus..dan isinya juga lebih bagus.

Semoga gadis tersebut mendapatkan pemahaman agama yang lebih baik. Aamiin.

Sepatu Miring di Teras Masjid

October 17, 2017

Siang itu mendung bergelayut..udara panas terhembus, pertanda akan turun hujan.

Selepas sholat dhuhur berjamaah, aku terduduk dipinggir bersender ke dinding sembari mendengar pengajian siang saat itu. Namun..mungkin karena badan lelah, mata tak bisa menhan kantuk.. dan akhirnya tertidur.

Mata terbuka, ketika pengajian menjelang usai. Ternyata selama ku tertidur, hujan lebat telah mengguyur..!!

Ohh!!?? aku baru ingat! ternyata sepatuku..sepatuku!! mungkin sudah basah kuyup!..gumamku, memaki kecerobohanku meletakan sepatu diteras luar masjid.

Dengan tergopoh, aku menuju teras masjid. Teras itu ternyata bersih, lantas kemana sepatuku???! jangan-jangan ada yang bawa??? astaghfirullah..aku bersuudzon.

Kemudian ku kelingi teras masjid, mataku berputar menyelidik.

Subhanallloh..!!! sepatuku bertengger miring bersandar di dinding teras samping masjid. Alhamdulillah..aku tersenyum gembira nyaris berteriak, ternyata ada orang yang mengamankan, menggeser letak sepatuku sehingga tidak terkena tempias air hujan.

Ternyata dijaman ini masih ada orang baik, yang beramal dengan menggeser sepatu orang-orang agar tidak terkena air hujan.

Semoga Allah SWT membalas dengan keridhoan kepada-Nya. Aamiin.

Doa Anti Galau

October 4, 2017

Allohumma inni a’udzubika minnal hammi wal khazani

= Ya Alloh, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan.

Al Hammi
= Keresahan atas sesuatu yang belum terjadi/bayang-bayang ketakutan
misal: timbulnya perasaan resah/gelisah akan tejadi hal buruk dimasa depan, dsb.. padahal sesuatu tsb belum tentu terjadi.

Al Khazani = Kesedihan atas sesuatu yang telah terjadi.
Misal: kesedihan akibat tertimpa musibah.

—-
Al khazani = sad
adjective uk ​ /sæd/ us ​ /sæd/ comparative sadder, superlative saddest

A1 unhappy
حَزين
I was very sad when our cat died.
a sad book

informal boring or not fashionable
بائس
I cleaned the house on Saturday night, which is a bit sad.
Ref:http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english-arabic/sad
—-
Selected Word Analysis

al-Hamm: Hamm means ‘to make uneasy and fill with anxiety’. It is the type of distress one feels that affects the mind, heart, and body. This sadness worries a person, and one’s sole concern is this sadness. Hamm leaves a person preoccupied with one’s thoughts, going over them again and again in the mind, because it is an anxiety that one has regarding something that may or may not happen. If you have ever felt this type of sadness, that anxious and nervous feeling, you know how debilitating it can be.

al-Hazan: Huzn also means sadness but it is different than Hamm. Huzn is grief arising on account of an unpleasant event that has happened, such as the death of a loved one or a distressing situation. In the Seerah, the year that Abu Talib and Khadija (radi Allahu anha) died is known as ‘Aam al Huzn, the Year of Grief. In the Qur’an, Allah ta’ala mentions many times that the Believers will not “yahzanoon“, have grief, this means that in the hereafter, the believers will not grieve over anything that has occurred in the past. Huzn means ‘to be full of sorrow, mourning, grief, and saddened’.
Ref: //muslimmatters.org/2010/02/10/the-supplication-series-distress-sadness-and-anxiety-2/