Khutbah Jumat 10 Agustus 2018: Persiapan Dzulhijah

August 10, 2018

Bulan dzulhijah memiliki banyak keutamaan, terutama 10 hari pertama.

– Perbanyak ibadah/beramal sholih, apa saja..shalat, puasa, shadaqah, membantu orang dsb..

Advertisements

Khutbah Jumat tgl 3 Agustus 2018 : Terlawat

August 10, 2018

Kali ini terlewat dari mengikuti khutbah karena sesampainya di masjid, khutbah sudah mau berakhir dan segera persiapan qomat.

Khutbah Jumat 27-07-18 : Menolong Orang Lebih Utama dari Iktikaf

July 27, 2018

Khotib: Ustadz Dr.Agus santoso


Al kisah, sepeninggal Rasulullah SAW suatu ketika sahabat Abu Hurairah sedang beriktikaf di Masjid Nabawi. Disaat iktikaf sempat memperhatikan lingkungan sekeliling masjid, ia memperhatikan seseorang yang sedang duduk dipojokan masjid dengan raut wajah yang sangat gundah dan sedih.

Sahabat ABu Hurairahpun menghampiri orang tersebut dan bertanya: wahai Fulan, apa gerangan yang membuatmu bersedih? Orang tersebut (si Fulan)pun menjawab bahwa ada tanggungan yang harus dipikulnya yang tidak bisa ia selesaikan.

Sahabat Abu Hurairahpun menrespon..”ayo kita keluar dari Masjid, aku akan bantu melunasi tanggungan utangmu”. Si FUlanpun terkejut, dan menjawab “wahai Abu Hurairah, bukanlah Engkau sedang beriktikaf?”

Sahabat Abu Huraiahpun akhirnya menjawab, “iya betul..tidak mengapa, kita mengakhiri ikhtikaf ini, karena saya pernah mendengar dari Rasulullah SAW bersabda “menolong/memenuhi kebutuhan saudaranya lebih utama dari ikhtikaf”.

—-
Pada Saat Shalat, Imam ayat pada pertenganan surat ALFajar hingga akhir ayat.

kajian Arbain: La Tahtdzab – jangan marah

July 20, 2018

tgl 17 Juli 2018, masjid Ulul Albab:
kajian Arbain: La Tahtdzab – jangan marah

Khutbah Jumat tgl 20 Juli 2018: Amalan sholih menuju surga

July 20, 2018

Point Khutbah:
Amal2 sholih yang memudahkan masuk surga dengan sejahtera:
1. Menyebarkan salam
2. Memberi makan orang miskin
3. Mendirikan sholat malam
4. Menyambung silaturahmi


Labih lengkapnya diambil dari beberapa website
https://kitabuljami.wordpress.com/2012/03/23/hadits-90-menyebarkan-salam:

Terjemahan: Dari Abdullah bin Salam Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, sambunglah tali kekerabatan, berilah makan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat.” (HR. at-Tirmidzi yang menilainya hasan).

Footnote:

(Hasan) HR. at Tirmidzi no. 1931. Syaikh al-Albani berkata dalam Shahih Sunan at Tirmidzi 2/353: “Shahih”.


dari situs NU.or.id
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Hai manusia sebarkan perdamaian (salam), berilah makan dan sambunglah silaturahim, dan shalatlah tatkala manusia sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat (HR at-Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain disebutkan:

أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Amalan Islam apa yang paling baik?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali.” (HR Bukhari)

Khutbah Jumat tgl 13 Juli 2018: Surat AL Balad

July 20, 2018

Isi Khutbah: Lupa

Imam membaca Surat AlBalad pada rakaat pertama.

Khutbah Tgl 6 Juli 2018 : Allah Maha Pengasih

July 6, 2018

masjid ulul Albab kalibata

Khotib: ustadz wachid Ramdhan MA


Isi Khutbah:

Dikisahkan pada jaman Rasullulloh, setelah selesai perang. Terdapat rombongan tawanan perang, diantaranya adalah seorang wanita (ibu) yang menangis dan berlari kesana kemari.. karena mencari anaknya yang hilang.

Peristiwa itu dilihat oleh Rasulullah SAW: Kemudian Rasululloh berkata kepada para sahabat..Lihatlah ibu itu, betapa ia mengasihi anaknya sehingga ia berbuat seperti itu. Dan taukah engkau sahabat, bahwa kasih sayang Allah SWT kepada makhluknya, melebihi kasih-sayang ibu tersebut kepada anaknya.
—-
Note: Ulasan khotib tersebut dikutip dari hadits nabi sbb:

حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ التَّمِيمِيُّ وَاللَّفْظُ لِحَسَنٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْيٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنْ السَّبْيِ تَبْتَغِي إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَّبْيِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ قُلْنَا لَا وَاللَّهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لَا تَطْرَحَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Telah menceritakan kepadaku [Al Hasan bin ‘Ali Al Hulwani] dan [Muhammad bin Sahl At Tamimi] -dan lafadh ini milik Hasan-; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Abu Ghassan] telah menceritakan kepadaku [Zaid bin Aslam] dari [bapaknya] dari [‘Umar bin Al Khaththab] bahwasanya dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka mencari bayinya dalam kelompok tawanan itu, maka ia mengambil dan membuainya serta menyusuinya. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami: ‘Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ‘ Kami menjawab; ‘Demi Allah, sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.’ Lalu Rasulullah bersabda: ‘Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.'”

Hadits Muslim Nomor 4947
referensi link https://tafsirq.com/hadits/muslim/4947

Pada saat akan sholat, imam mengingatkan agar sholat seolah sholat tersebut merupakan sholat yang terakhir pada hidup kita.


imam membaca surat Al A’la rakaat 1 dan surat AL Gosiyah pada rakaat ke-2

khutbah tgl 29 Juni 2018

July 6, 2018

Masjid Desa Kasilib, Wanadadi, banjarnegara.


Isi khutbah Lupa

Khutbah tgl 22 Juni 2018:

July 6, 2018

Masjid dusun somarame, pucungbedung, banjarnegara

— Lupa

Khutbah jumat tgl 8 Juni 2018 : Jangan Putus Asa dari Pertolongan Allah

July 6, 2018

Masjid Ulul ALbab, kalibata.

Inti khutbah:
– Jangan putusa asa dari rahmat Allah SWT dan yakinlah dengan pertolongan-Nya.

Mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa AS, ketika dikejar oleh tentara Firaun. Disaat kondisi sudah diujung tanduk..dimana sudah tidak ada jalan lain untuk meloloskan diri karena didepan terbentang lautan..semantara dibelakang Firaun dan balatentaranya sudah mengepung.

Datanglah pertolongan dari ALlah SWT. Diluar logika, Allah berfirman kepada Musa, untuk memukulkan tongkatnya ke laut… dan Lautpun terbelah..! seolah membentuk dinding..dan tengah-tengahnya bisa menjadi jalan yang dapat dilalui.

Demikianlah..cerita Nabi Musa yang diabadikan dalam AL Quran.. untuk dapat diambil pelajaran kita semua agar jangan pernah putus asa dari pertolongan Allah SWT, walaupun misal masalah yang kita hadapi seolah tidak bisa diselesaikan secara logika.