Khutbah Jumat 1 Juni 2018 : Taqwa sebagai Solusi

June 4, 2018

Masjid Komp. Hankam Asri Pondok Rajeg

Point-point khutbah:
– Taqwa sebagai solusi segala problem hidup.
– Makna Taqwa adalah “Takut” kepada Allah SWT. Takut apabila amalanya tidak diterima oleh ALlah SWT, maka ia berusaha memperbaiki menambah ilmu dan memperbaiki amal. Takut apabila terkena azab, maka ia berusaha untuk menghidari maksiat dan dosa.
– Takut kepada Allah direfleksikan dengan mendekat kepada-Nya dengan memperbaiki kualitas amalan sholih.
– Allah menjanjikan dalam FirmanNya… Barang siapa yang bertaqwa maka akan diberi jalan keluar dan rizki yang tidak disangka-sangka.(QS At Thalaq 2-3)
– Khotib mengingatkan kepada para jamaah, apakah kita sudah berusaha untuk bertaqwa?? jika ingin segala masalah hidup dapat memiliki solusi..kuncinya adalah dengan bertaqwa.
– Bulan Ramandhan, adalah kesempatan tak ternilai sebagai suatu momentum untuk meningkatkan ketaqwaan kepada ALlah SWT, sehingga diharapkan apabila umat muslim dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya maka ia akan mampu menjadi pencerah, dan mampu menemukan solusi segala masalah, InsyaAlloh…

Advertisements

Khutbah Jumat 25 Mei 2018 : Al Quran dan AL Hadits sebagai Solusi

May 25, 2018

Masjid Ulul ALbab Kalibata.
Point-point khutbah:

– Mengajak kepada hadirin untuk menjadikan AlQuran & AL Hadits sebagai sumber solusi masalah kehidupan.

– Menganjurkan kepada para hadirin, apabila menghadapi suatu masalah kehidupan (masalah apa saja)..segeralah mencari solusi di AL Quran dan AL hadits, atau bisa juga bertanya kepada Ulama yang dipercayainya.

– Mengajak para hadirin agar, al Quran tidak hanya dibaca saja..tapi dijadikan pedoman/panduan menghadapi segala macam probematika hidup.

– Dalam menjadikan ALQuran sebagai pendoman.. ceklah, bagaimana pas/cocoknya menurut Quran, bagaimana baiknya menurut Quran, dan bagaimana benarnya menurut Quran. Sudahlah kita melakukannya??

– Di bulan Ramadhan ini, khotib mengajak kembali ke Quran.. mengajak untuk memperbayak membacanya, dan menjadikannya sebagai sumber rujukan, dan sumber pedoman; selain itu khotib juga mengajak untuk memperbanyak membaca doa shalawat.


Note: Saat Shalat, Imam membaca Surat Ali Imaran 103 – 105… ayat: Itaqulloha … wala tafaraqu..

Khutbah Jumat 18 Mei 2018 : Kesempatan Emas di Bulan Ramadhan

May 21, 2018

Point-point khutbah:
– Hendaknya para hadirin bersyukur dapat memasuki bulan Ramandhan dengan selamat, sehat wal afiyat karena banyak orang yang meninggal seminggu bahkan sehari sebelum datang bulan Ramadhan. Banyak pula yang dapat menjumpai bulan ramadhan tetapi mereka dalam kondisi sakit, sehingga tidak bisa beribadah dengan optimal.

– Atas hal tersebut, sungguh patut bersyukur bagi kita semua..yang masih dikasih usia (hidup) sehingga dapat memasuki bulan Ramadhan.. apalagi dalam kondisi sehat wal afiyat.

– Seyognyanya kita semua mengimplemetasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh mengoptimalkan ibadah di bulan mulia (Ramadhan ini).

– Mengoptimalkan ibadah dengan banyak membaca Alquran, Shalat berjamaah, shalat tarawih, shalat tahajud, dan memperbanyak sholat sunah. Memperbanyak bersedeqah, berinfak, mengoptimalkan diri dalam berkerja dan sebagainya.


NOte:
Pada Rakaat kedua sholat jumat, imam membaca surat At Thariq.

Khutbah Jumat Tgl 11 Mei 2018 : Kiat Persiapan Ramandan

May 14, 2018

Point-point khutbah:
a. Upaya mensucikan jiwa
– Persiapan memasuki bulan Ramandan, khotib mengutip surat As Syams ayat 9:

Qad aflaha man zakkaha
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

… ayat ini sangat relevan sebagai panduan dalam menjalani puasa ramandhan. Dengan mengamalkan ayat tersebut, yaitu dengan selalu membersihakan jiwa, membersihkan hati..diharapkan setiap pengamal puasa mampu membentengi diri dari semua godaan puasa –>sehingga lulus dari bulan Ramadhan, mampu mencapai tingkat ketaqqaan yang lebih tinggi.

Mansucikan jiwa dapat dilakukan dengan cara:
1. Banyak Berpikir positif dan Husnudzon
Apabila terdapat lintasan-lintasan buruk dalam pikiran, segera dihilangkan atau diganti dengan mendatangkan lintasan positif.’

2. Memperbanyak kegiatan positif.
Kegiatan-kegiatan positif separti memperbanyak mengaji, mengikuti pengajian/kajian majelis ilmu, bergerak sholat jamaah ke masjid, mengikuti sholat tarowih, melakukan kegiatan amam-amal positif lainnya seperti bersedeqah, bakti sosial dll.

Dengan memperbanyak kegiatan pada lingkungan yang positif, maka akan mendorong pikiran untuk selalu banyak berpikir positif daripada negatifnya, sehingga secara ruhani dapat melakukan puasa yang sebenarnya, tidak hanya puasa dari makan dan minum.


Pada saat shalat imam, membaca akhir surat An Nur dan Surat Al qodar.

Khutbah Jumat tgl 4 Mei 18 : Pentingnya Akidah yang Benar

May 4, 2018

Point-point Khutbah:

Akidah yang benar adalah.. kesaksian Laa Ilaa ha illallah
Akidah yang benar akan mendatangkan 3 hal, yaitu:
1. Penyebab amal yang diterima,
Tanpa akidah yang benar, tanpa dasar Laa ilaaha illallah maka suatu amal tidak akan berarti bagi Allah SWT.

2. …(penulis lupa).

3. Menimbulkan persatuan,
Dengan adanya kesamaan aqidah, akan menimbulkan persatuan.
Contoh: Dulu di madinah, suku Aus dan Khajraj selalu berperang. Setelah mereka mengenal dan memeluk Islam, mereka menjadi bersatu.

—-
Saat shalat, imamnya membaca surat Al Imran 25, 26, 27 –>ayat ismul adzhom. .. Tu’til mulka mantassyaa..

khutbah Jumat Tgl 27 April 18 : Tahajud

May 4, 2018

Imamnya membaca Surat mengenai Tahajud.

Khutbah Jumat tgl 20 April 18 : –

May 4, 2018

Lupa

Khutbah Jumat tgl 13 April 18 : Esensi Shalat & Kontribusi Sosial

April 18, 2018

Khubah di Masjid Ulul ALbab Kalibata.

Point-point khutbah:
– Memahami esensi shalat.

Mungkin para jamaah khutbah sudah sangat familiar.. tiap hari shalat 5 x, ruku dan sujud puluhan kali. Mungkin sejak akil balig hingga sekarang, sudah puluhan ribu shalat yang kita kerjakan, Namun khotib mengingatkan kepada para hadirin…sudahkah sholat tersebut sudah bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain (bermanfaat/berkontribusi positif terhadap masyarakat???)

Khotib mengajak para hadirin untuk merenung dan evaluasi diri.

Dari shalat itulah, sejatinya Allah SWT telah mengajari setiap muslim untuk menjadi manusia yang baik, berhati tawadhu, dan manusia yang bermanfaat:

Makna Takbir, adalah mengajari manusia untuk ingat dan mawas diri bahwa manusia itu makhluk kecil yang sejatinya memiliki daya terbatas, Allahlah yang Akbar.. Oleh karena itu manusia, janganlah menjadi sombong.

Makna Doa iftitah, adalah mengajari manusia untuk menata kembali niat, bahwa niat yang benar adalah untuk beribadah seutuhnya kepada Allah SWT, innasholati wanusuki wamahyaya wamamati..liahi robbil’Alamin.

Makna membaca Surat ALfatihah, adalah kembali menegaskan.. bahwa Allah itu Maha Kasih dan Maha Penyayang, Maha Kuasa, Penguasa Seluruh Alam sekaligus penguasa hari kebangkitan, karana itulah seharusnyalah kita memuji, beribadah, memohon petunjuk dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya.

Makna Ruku .. membaca Subhanallohi robiyal’Adhimi wabihamdihi.. bahwa Allah itu Maha Suci, Maha Agung.

Makna Sujud .. membaca Subhanallohi robiyal A’la wabihamdihi.. bahwa Allah itu Maha Suci, Maha Luhur.

Makna Tahyat, mambaca tasyahud.. adalah mengajari manusia untuk terus memperbarui Syahadat, menguatkan komitemen atas ke-Esa an Allah SWT, Nabi Muhammad adalah Utusan-Nya.kemudian membaca Shalawat, sebagai wujud doa..yang berdampak berlipat mandatangkan rahmat dari Allah SWT.

Makna Salam, tidak hanya sekedar kata..tetapi mengajari manusia untuk menebar keselamatan dan Rahmat kepada sesamanya, menjadi Rahmatan lil’alamin.

Demikianlah esensi pendidikan dari Allah dalam shalat. Dengan demikian, seorang muslim dikatakan sudah mencapai esensi shalat, adalah apabila ketika shalatnya (berdampak positif bagi dirinya) yaitu mampu mencegah dirinya untuk berbuat keji dan mungkar.

– Seorang muslim dikatakan sudah mencapai esensi shalat, adalah ketika shalatnya (berdampak positif bagi dirinya) yaitu memberikan keselamatan dan kedamaian kepada orang lain/dan orang disekitarnya. Bukankan pada akhir shalat, diwajibkan mengucapkan Assalamu’alikum warah matullah..
Pada tingkatan esensi, pengucapan salam harusnya terwujud kepada suatu perbuatan..yaitu perbuatan yang mampu menyelamatkan (berkontribusi positif) untuk keselamatan sosial/masyarakat.

Demikianlah esensi shalat, yang seharusnya memiliki dampak positif yang dahsyat bagi para pengamalnya..yang berdampak positif pula untuk kemaslahatan sesama muslim, dan sesama manusia, sekali lagi..menjadi manusia yang Rahmatan lil’alamin.

Demikianlah, dengan sholatnya seyognyanya seorang muslim menjadi manusia yang bermanfaat. BErmanfaat bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan, bagi rekan kerja, bagi tempatnya berkerja, dan bagi sosial masyarakatnya.

Khutbah Jumat Tgl 16 Maret 2018 : Amalan Sahabat Bilal RA

March 21, 2018

Masjid Ulul ALbab.
Point-point Khutbah:

– Seorang sahabat Nabi, Bilal Bin Rabah Ra..adalah sahabat kulit hitam, yang sebelumnya dari kalangan budak,dari bangsa Etiopia.
– Beliau dikenal sebagai seorang muadzin pada Masjid Nabawi.
– Salah satu kebiasan beliau..adalah, dengan menjaga wudhu, dan ketika wudhunya batal..beliau segera berwudhu dan mendirikan shalat sunah 2 rakaat. Amalan ini dikerjakan oleh Bilal secara rutin.

Pada saat Nabi mengalami peristiwa Isra-Mi’raj, beliau seolah mendengar suara terompah kaki bilal di Surga. Setelah itu Nabi bertanya kepada Bilal, “Amalan apakah yang kau kerjakan wahai Bilal, sehingga suara terompahmu terdengar di surga?”

Kemudian Bilalpun menyampaikan kepada Nabi, amalan yang biasa ia lalukan..yaitu mendirikan sholat sunah 2 rakaat setiap selesai wudhu secara rutin.

Khutbah Tgl 9 Maret 18 : Pentingnya Persatuan dan Silaturahim

March 21, 2018

Masjid Ulul Albab Kalibata.

Khotib: Seorang ustadz dari Cipanas.

Diawali dengan menjabarkan sebuah hadits Nabi sbb:
Ada sebuah hadits Nabi yang berbunyi: Kelak ada suatu zaman dimana Umat Islam bagaikan sebuah hidangan makanan bagi Umat Lainnya, masing-masing ingin merebut/menguasai umat Islam. Sahabat bertanya: Apakah jumlah umat Islam saat itu sedikit? Nabi bersabda: Tidak, saat itu jumlahnya banyak.

Pelajaran dari hadits tersebut..agar umat Islam, selalu waspada agar sesuatu yang digambarkan oleh Hadits Nabi tersebut..setidaknya hal tersebut tidak terjadi pada zaman ini (terutama tidak terjadi di Indonesia). Caranya adalah dengan meningkatkan persatuan umat Islam dari berbagai ormas, dengan cara diawali dengan metode silaturahmi..saling mengunjungi, saling tabayun..menjalin keakraban antar tokoh Islam dari antar golongan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman atau perselisihan serta tidak mudah diprovokasi, dipecah belah oleh pihak lain.